RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – BUMD Blora Patra Energi (BPE) membidik potensi sumur eksplorasi Dara Jingga di Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan sebagai sumber pendapatan baru daerah. Skema pengelolaan gas menjadi compressed natural gas (CNG) dinilai prospektif untuk memperkuat PAD sekaligus memenuhi kebutuhan energi lokal.
Komisaris BPE Seno menyebut, ada dua peluang strategis yang bisa dimanfaatkan Pemkab Blora. Pertama, peluang memperoleh Participating Interest (PI) dari Pertamina EP Zona 11 pada proyek Dara Jingga.
“Skemanya golden share, sehingga pemkab tidak perlu mengeluarkan modal di awal,” ujarnya.
Baca Juga: BPE Lirik PI Sumur Dara Jingga, Tunggu Hasil Uji Produksi Pertamina
Kedua, pemanfaatan kuota gas untuk kebutuhan energi lokal. Gas tersebut akan diolah BPE menjadi CNG melalui kilang mini, lalu dipasarkan secara retail untuk UMKM dan rumah tangga.
Menurutnya, model bisnis ini tidak hanya membuka sumber PAD baru, tetapi juga memperluas akses energi murah bagi masyarakat. “CNG Dara Jingga bisa jadi peluang ekonomi baru bagi Blora,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Blora Siswanto mengatakan, potensi ini penting agar Blora tidak hanya menjadi daerah penghasil, tetapi juga mampu mengelola sumber daya alam secara mandiri dan legal. “CNG punya potensi besar di Blora, sehingga perlu didorong pengelolaannya lewat BUMD,” ujarnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana