RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk masyarakat Indonesia akhirnya telah menemui titik pasti, setidaknya hingga akhir tahun 2026. Dua jenis BBM subsidi, Pertalite untuk mesin bensin dan Biosolar untuk mesin diesel, dipastikan tidak mengalami perubahan harga.
Hal tersebut dipastikan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pada Senin (6/4). Keputusan tersebut menyusul kebijakan seminggu sebelumnya (31/3) mengenai ketetapan harga BBM non-subsidi.
“Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan proyeksi indikator ekonomi makro, yaitu asumsi selama harga minyak mentah atau Indonesia Crude Price (ICP) berada pada level rata-rata maksimal 97 dolar AS (Rp 1,67 juta) per barel selama satu tahun,” jelas Airlangga dalam rilis resmi kementerian.
Hal tersebut juga diamini oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dengan argumen serupa. Selain itu, kementerian yang dipimpinnya juga siap melakukan mitigasi untuk menghadapi fluktuasi harga minyak dunia.
“Kami siap tidak menaikkan harga sampai akhir tahun untuk BBM bersubsidi, dengan asumsi harga minyak 100 dolar AS per barel sampai akhir tahun, sudah dihitung rata-rata. Jadi, BBM yang bersubsidi sampai akhir tahun aman, masyarakat tidak usah takut, kami sudah hitung,” papar Purbaya pada Senin malam sebagaimana dikutip dari Jawa Pos.
Selain dana mitigasi dari APBN, Purbaya turut menjelaskan, pemerintah RI punya tabungan dan sumber pendapatan ekstra untuk menopang anggaran subsidi BBM jika dibutuhkan. Misal sisa anggaran lebih (SAL) APBN tahun lalu sebesar Rp 420 triliun, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM).
Kemudian, pemerintah RI juga masih mengupayakan pemangkasan anggaran negara di berbagai sektor lembaga dan kementerian. Harapannya, pengeluaran APBN dapat tetap terjaga tanpa harus merogoh kocek SAL.
“Yang penting adalah dananya ada, bantal kita masih ada. Kami akan meminimalkan pengeluaran, menjaga keseimbangan anggaran, dan meningkatkan pendapatan dari berbagai sektor,” tambah Purbaya.
Dengan ini, setidaknya hingga 31 Desember mendatang, harga Pertalite tetap terjaga sebesar Rp 10 ribu per liter. Sementara Biosolar tetap dibanderol sebesar Rp 6 ribu per liter.
Sebagai pengingat kembali, seminggu sebelumnya pemerintahan RI dan Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan bahwa tidak ada kenaikan harga untuk sektor BBM non-subsidi. Rincian harga BBM untuk bulan April di wilayah Jawa Timur adalah sebagai berikut:
BBM Subsidi:
- Pertalite (RON 90) – Rp 10.000/liter
- Biosolar (CN 48) – Rp 6.800/liter
BBM Non-subsidi:
- Pertamax (RON 92) – Rp 12.300/liter
- Pertamax Green (RON 95) – Rp 12.900/liter
- Pertamax Turbo (RON 98) – Rp 13.100/liter
- Pertamina Dex (CN 53) – Rp 14.500/liter
- Dexlite (CN 51) – Rp 14.200/liter
(edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana