RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kelangkaan gas melon alias elpiji 3 kg beberapa waktu belakang belum sepenuhnya teratasi. Keluhan harga hingga susahnya mendapat barang masih bermunculan, namun Pertamina Patra Niaga masih enggan menjawab langsung persoalan tersebut.
Nikmatul Khoiriyah pengecer gas melon di Kecamatan Ngraho mengaku, keberadaan elpiji bersubsidi itu masih cukup langka. Meski tak sesusah saat menjelang Idul Fitri.
"Alhamdulillah harga kembali normal, tapi keberadaannya masih agak langka. Tidak bisa cepat seperti biasa, harus antre," katanya.
Pihaknya melanjutkan, karena kondisi tersebut menjual gas melon di angka Rp 23-25 ribu per tabung. Dia berharap, situasi serupa tak kembali terjadi. "Harga jual kami di Rp 23 ribu sampai Rp 25 ribu per tabung," pungkas dia.
Baca Juga: Pertamina Tegaskan Tak Ada Kenaikan Harga BBM, Stok Aman Untuk Jawa Timur
Pertamina melalui Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus hanya merespons melalui sejumlah press release. Sebelumnya, Ahad melalui rilis menyampaikan, menambah 3,6 juta tabung elpiji subsidi saat Idul Fitri di wilayah Jatim.
Terbaru, ia menyampaikan, menyiapkan penyaluran fakultatif hingga 49 persen dari rata-rata harian dengan jumlah 799.800 tabung se-Jatim selama long weekend perayaan Paskah. Untuk Bojonegoro ditambah 50 persen atau 22.400 tabung dari penyaluran rerata harian 45.282 tabung.
''Pada momen libur panjang ini, produk elpiji menjadi primadona yang digunakan dalam aktivitas masyarakat. Guna menghadapi lonjakan permintaan, kami telah memitigasi melalui pelaksanaan penyaluran fakultatif sebagai tambahan penyaluran diluar penyaluran reguler untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. Di sisi lain untuk layanan BBM, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus akan melaksanakan build up stock sesuai kebutuhan dan pengecekan sarfas SPBU secara intensif berikut pengecekan aspek quantity and quality (QQ) BBM," terang Ahad Jumat (3/4). (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana