RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bahan bakar minyak (BBM) menjadi aspek penting dalam kehidupan saat ini. Tanpa BBM akses menuju gedung-gedung sekolah, pasar, hingga keluarga jauh sulit dijangkau.
Adanya Pertashop, outlet penjualan Pertamina berskala kecil membuat masyarakat berbagai wilayah termasuk pedesaan lebih terbantu.
Pertashop menjadi pilihan di saat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) berlokasi jauh dari rumah. Layaknya salah satu Pertashop yang berada di Desa Kedaton, Kecamatan Kapas.
Berada di area persawahan yang menghubungkan sejumlah kecamatan membuat Pertashop tak kurang pembeli setiap harinya.
Petugas Pertashop Robet mengatakan, Pertashop di pegangnya buka pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. Pembeli dari berbagai kecamatan, seperti Kecamatan Kapas hingga Sukosewu. "Ini kalau ke arah barat nanti ke Desa Wedi, Bangilan di Kecamatan Kapas.
Kalau ke timur terus selatan ke Kecamatan Sukosewu. Jadi, banyak yang lalu lalang. Terlebih di wilayah sawah, banyak petani juga membeli," imbuhnya.
Dia melanjutkan, Pertashop kini menjadi jujugan. Kebanyakan masyarakat memilih Pertashop dibanding eceran.
Sebab, dengan harga Rp 12 ribu sudah mendapat pertamax, sedangkan di eceran masih pertalite. Bahkan, kata Robet, Pertashop lebih murah Rp 100 dibanding SPBU dengan jenis BBM yang sama, yakni Pertamax.
"Tiga sampai empat hari sekali datangnya stok. Sekali datang sekitar 2.000-3.000 liter. Karena ini juga penghubung daei berbagai wilayah," ujarnya.
Yanu, salah satu warga yang lebih memilih Pertashop mengatakan, BBM di Pertashop lebih murah meski hanya selisih Rp 100.
Juga, lebih dekat dari rumah dibanding ke SPBU atau penjualan BBM skala besar. "Jangkauannya lebih dekat dan lebih murah meski hanya Rp 100," tandasnya. (*/yna)
Editor : Bhagas Dani Purwoko