RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Fenomena flare atau suar api yang membesar di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Senin (15/9) malam, diduga aktifitas tak terencana. Pihak kecamatan menerima laporan kejadian tersebut, meski kini kondisi telah kembali normal.
Camat Ngasem Iwan Sophian menjelaskan, bahwa biasanya aktivitas flaring memang wajar dilakukan, terutama saat proses start-up (perawatan). Namun, untuk peristiwa yang terjadi Senin malam, menerima laporan berbeda dari operator.
“Informasi yang kami terima dari PEPC, kejadian Senin malam merupakan aktivitas yang tidak terencana,” jelas Iwan.
Meski demikian, Iwan menegaskan situasi tetap terkendali. “Sekarang kondisi sudah kembali normal. PEPC selalu berkoordinasi dan mengomunikasikan setiap proses operasional kepada kami,” tambahnya.
Menurut Iwan, setiap ada maintenance selalu ada pemberitahuan atu imbauan. Namun, dari hasil koordinasi dengan PEPC, ada aktivitas tak normal dari proses produksi. "Saat kejadian kemarin (Senin), adalah kondisi yg tidak normal terjadi dalam proses produksi," imbuhnya.
Terpisah, Manager Comrel and CID PEPC Zona 12 Rahmat Drajat menyampaikan, bahwa kondisi aman terkendali denyan protokol keselamatan dan keamanan ketat. Menurutnya, flare membesar itu tidak berlanjut keesokan harinya. "Sudah (mengecil) pukul 21.30 malam (15/9)," ungkapnya saat dikonfirmasi.
Diberitakan sebelumnya, flare di Lapangan Gas JTB sempat membesar pada Senin malam (15/9) hingga membuat langit Desa Bandungrejo tampak jingga disertai suara gemuruh. Pihak desa mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait aktifitas tersebut. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana