BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Teknologi carbon, capture, utilization, and storage (CCUS) di Lapangan Migas Sukowati telah diterapkan tepat satu bulan lalu (14/11). PT Pertamina (Persero) pun terus memonitor implementasi injection CO2 tersebut dan berpeluang buka industri pupuk.
Penjabat (Pj) Bupati Bojonegoro Adriyanto mengatakan, bahwa injeksi CO2 ini diharapkan dapat meningkatkan produksi migas Sukowati.
’’Terutama lewat injeksi CO2 ini dapat meningkatkan produksi minyak di Sukowati dan mengamankan produksi minyak secara nasional,” terangnya.
Sebelumnya, eks Direktur Utama (Dirut) Pertamina Nicke Widyawati saat mengunjungi Lapangan Migas Sukowati pada Oktober lalu menyampaikan, selain diklaim mengurangi emisi. CCUS bakal memberikan peluang bisnis baru di masa depan.
Sebagai gambaran, pada proses injeksi CO2 perdana 14 Oktober lalu, berasal dari beragam sektor salah satunya yakni dari pabrik pupuk. Hal itu, bisa menjadi peluang baru selain pencapaian utama yakni menekan emisi dan peningkatan produksi.
Nicke menambahkan, peluang bisnis baru ini terbuka lebar karena Indonesia memiliki potensi penyimpanan emisi karbon CO2 hingga 530 gigaton. Indonesia memiliki potensi untuk bisa menjadi carbon capture hub di regional. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana