BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi (Migas) dipastikan bertambah. Meski sempat molor, namun pencairan triwulan ketiga telah masuk pada Oktober lalu. Membuat total realisasi DBH migas saat ini sudah mencapai Rp 1,4 triliun.
’’Dana transfer sudah sekitar 80 persen,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Ibnu Soeyoeti Jumat (1/11). Besaran DBH pada triwulan ketiga tersebut, membuatnya optimistis pada 2024 mencapai target.
Diketahui, target DBH migas pada 2024 sebesar Rp 1,8 triliun, angka tersebut meningkat dari 2023 lalu sebesar Rp 1,7 triliun. Sementara, terkait realisasi DBH migas yang mengalami kemoloran hingga Oktober lalu. Ibnu menjelaskan, bahwa ditransfernya DBH biasanya menunggu adanya Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Kementerian Keuangan (PMK).
Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bojonegoro Teguh Ratno Sukarno menyampaikan, bahwa perhitungan DBH tersebut, ditetapkan langsung dari Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (DJPK).
Namun, pihaknya tak menutup kemungkinan, bahwa realisasi tahun ini bisa melebihi pagu. ’’Ada kemungkinan realisasi DBH migas melebihi pagu, seperti pada 2023 lalu,” terangnya. Berdasar data KPPN Bojonegoro per 31 Oktober, total realisasi DBH dari sumber daya alam (SDA) di Bojonegoro mencapai 79,98 persen.
Masing-masing meliputi, SDA migas dengan realisasi Rp 1,44 triliun atau 80 persen. Kemudian, Minerba dengan realisasi Rp 593 juta atau 80 persen. Selain itu, DBH SDA dari sektor kehutanan, Rp 864 juta atau 65 persen, perikanan Rp 743 juta atau 65 persen. Lalu, dari sektor panas bumi telah mencapai 80 persen dari target yakni Rp 13 juta. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana