Di tengah padatnya aktivitas kelas XII dan persiapan menatap gerbang perguruan tinggi, Gladis Vaniadana masih menyisakan ruang untuk satu peran penting yakni mengabdi sebagai Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora 2025/2026.
Dara kelahiran Blora, 26 Februari 2008 ini membuktikan bahwa usia muda bukan penghalang untuk memberi kontribusi nyata bagi daerah.
Siswi SMAN 1 Blora yang tinggal di Desa Bangsri, Kecamatan Jepon itu kini menjalani hari-hari dengan ritme yang padat. Waktu tugas sebagai duta wisata yang tinggal beberapa bulan, membuatnya berpacu dengan agenda program kerja. Di sisi lain, Gladis juga harus fokus menuntaskan pendidikan menengah dan mempersiapkan diri menghadapi SNBP dan SNBT.
“Sekarang sedang mencoba menyeimbangkan semuanya. Sekolah tetap prioritas, tapi tanggung jawab sebagai Mbakyu juga ingin saya selesaikan dengan maksimal,” ujarnya.
Di sela kepadatan itu, Gladis memilih menari sebagai ruang jeda. Akhir pekan kerap ia manfaatkan untuk menyalurkan minat di bidang seni, sekaligus melepas penat. Dunia tari, baginya, bukan sekadar hobi, melainkan cara menjaga kedekatan dengan kebudayaan yang selama ini ia promosikan.
Pengalaman mengikuti ajang duta wisata menjadi fase penting dalam perjalanan dirinya. Gladis mengaku banyak belajar, terutama saat berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dari sana, wawasannya terbuka, kepercayaan diri tumbuh, dan rasa tanggung jawab semakin kuat.
“Banyak hal baru yang saya dapatkan. Mulai public speaking, kerja tim, attitude, sampai bagaimana mempromosikan potensi daerah lewat konten yang kreatif dan positif,” katanya.
Ketertarikannya mengikuti ajang duta wisata berangkat dari keinginan sederhana, berkontribusi untuk tanah kelahiran. Ia melihat ajang ini sebagai ruang belajar sekaligus wadah untuk memberi dampak nyata, terutama bagi generasi muda.
“Saya ingin menjadi role model yang bisa menginspirasi, bahwa anak muda juga bisa ikut berperan dalam pembangunan daerah,” ucapnya. (hul/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana