BOJONEGORO, Radar Blora - Adinda Nur Sofiana menekuni keterampilan public speaking. Dari bakat itulah, dia berhasil memenangkan kontestasi Duta Kampus di IAI Al Muhammad Cepu. Bakatnya itu telah diasah sejak SMA. Acap kali jadi delegasi lomba ceramah atau pidato.
’’Sejak SMA sudah sering dilatih, menjadi penceramah diikutkan dalam lomba-lomba,” ungkap pemudi asal Desa Tambakromo Kecamatan Cepu tersebut.
Adapun penilaian menjadi duta kampus tidak hanya public speaking. Namun, juga pengetahuan dan fashion. ’’Pertimbangan besar juri memang ada di public speaking, setelah itu dari segi penampilan,” ucapnya.
Perempuan yang juga hobi menulis puisi tersebut mengaku, ingin terus mengasah keterampilan berbicara kepada khalayak ramai. Sehingga, menjadi public speaker yang mahir. Saat berkomunikasi di depan publik tidak ada rasa grogi.
Perempuan kelahiran 2005 itu menerangkan, dalam public speaking yang harus dikuasai adalah keberanian, pengetahuan, dan tidak minder saat berada di panggung. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari