BLORA, Radar Bojonegoro - Bagi Gaby Natalia Irawan memasak bisa menghilangkan stres. Semakin sulit resep masakan, akan semakin memacu semangat. Itu semua bisa menghilangkan stres.
Dengan memasak pikiran stres itu bisa hilang. Karena saya bisa fokus untuk membuat makanan. Semakin susah makanan yang akan diduplikat, semakin seru dan menghilangkan beban pikiran yang sebelumnya bikin saya galau, tutur mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya itu.
Saat ini Gaby menempuh pendidikan perkuliahan di jurusan teknologi pangan. Dia tidak merasa salah memilih jurusan. Sebab, jurusan tersebut sudah ia impikan sejak di bangku SMP. Sehingga, saat ini dia berada di arah yang benar untuk menggapai cita-citanya, yaitu memiliki bisnis usaha bakeri dan pastri. Impian tersebut juga dimotivasi oleh kedua orang tuanya yang juga memiliki bisnis di bidang yang sama.
Masuk di teknologi pangan saya mempelajari tentang pengolahan pangan. Seperti mempelajari komponen - komponen pangan supaya bisa memformulasikan inovasi baru pada makanan, ungkapnya.
Ia ingin membuat inovasi di bidang pangan. Seperti makanan sehat yang ramah bagi penderita penyakit tertentu.
Salah satunya membuat kue yang ramah untuk penderita sindrom ovarium polikistik (PCOs). Para penderita penyakit tersebut tidak bisa makan kue karena kadar gula dan glutennya tinggi, terang dara 17 tahun itu. (hul/zim)
Editor : M. Yusuf Purwanto