Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

12 Destinasi Wisata Resmi Bojonegoro yang Diakui Pemkab, dari Kayangan Api hingga Kedung Maor

Hakam Alghivari • Jumat, 10 Oktober 2025 | 01:59 WIB

 

View indah dari wisata Negeri Atas Angin, Sekar, Bojonegoro.
View indah dari wisata Negeri Atas Angin, Sekar, Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kabupaten Bojonegoro di Jawa Timur tak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak, tetapi juga menyimpan ragam pesona wisata alam, budaya, hingga religi. 

Dari ladang minyak tua yang masih aktif hingga api abadi peninggalan masa Majapahit, setiap sudutnya menawarkan pengalaman unik bagi wisatawan.

Terbaru, melalui laman resminya, Pemkab Bojonegoro memperbarui 12 wisata rekreasi pilihan. Berikut 12 destinasi unggulan yang bisa menjadi pilihan untuk menjelajahi kekayaan Bojonegoro:

1. Tambang Minyak Tradisional Wonocolo

Terletak di Desa Hargomulyo dan Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, sekitar 50–60 kilometer atau 1,5 jam perjalanan dari pusat Kota Bojonegoro, kawasan ini dikenal dengan sebutan “Teksas Wonocolo” — singkatan dari Tekad Selalu Aman dan Sejahtera.

Daya tarik utamanya adalah sumur minyak tua peninggalan Belanda yang masih dioperasikan secara tradisional menggunakan rig kayu jati dan mesin mobil bekas. Aktivitas pemboran yang dilakukan warga setempat ini menjadi warisan perminyakan rakyat yang unik.

Selain menyaksikan langsung proses pengambilan minyak, pengunjung dapat menikmati kegiatan wisata petualangan seperti jeep adventure atau trail adventure melintasi perbukitan, sekaligus belajar mengenai sejarah energi Bojonegoro di Rumah Singgah Geoheritage.

2. GoFun Bojonegoro

Berlokasi di Jalan Veteran, Bojonegoro, taman hiburan keluarga ini menjadi salah satu pusat rekreasi modern di kota. Dari alun-alun hanya berjarak sekitar 10 menit berkendara.

GoFun menghadirkan berbagai wahana permainan seperti bianglala, rumah hantu, gokart, hingga wahana air. Pada malam hari, lampu warna-warni dan pertunjukan musik menambah suasana meriah.

Tempat ini juga kerap digunakan untuk event konser dan pameran kuliner, menjadikannya destinasi favorit keluarga dan anak muda setiap akhir pekan. Namun, wisata ini termasuk dikelola perusahaan swasta.

3. Negeri Atas Angin Sekar

Berada di Desa Deling, Kecamatan Sekar, sekitar 50 kilometer atau 1,5 jam dari pusat kota, destinasi ini dikenal sebagai tempat dengan panorama alam menawan di ketinggian 650 mdpl.

Dari puncaknya, pengunjung dapat menyaksikan hamparan pegunungan hijau yang diselimuti kabut pada pagi hari, menciptakan sensasi seperti berada di atas awan.

Selain menikmati sunrise dan sunset, wisatawan juga dapat berkemah, berfoto, atau sekadar bersantai di area yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Cinta, tempat legenda Raden Atas Aji dan Ratu Sekar Sari berasal.

4. Wana Tirta Dander

Terletak di Desa Dander, Kecamatan Dander, berjarak sekitar 15 kilometer atau 30 menit perjalanan dari pusat Bojonegoro, tempat ini menawarkan suasana alam yang rindang dan udara sejuk.

Daya tarik utamanya adalah waterpark kolam renang Dander, taman bunga, serta pepohonan jati yang meneduhkan.

Dengan fasilitas lengkap seperti area parkir luas, warung makan, dan mushola, Wana Tirta Dander menjadi pilihan populer keluarga untuk bersantai di akhir pekan tanpa perlu bepergian jauh.

Kedung Maor yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Kedung Maor yang terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.

5. Kedung Maor

Berada di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, sekitar 27 kilometer atau 45 menit dari pusat Bojonegoro, Kedung Maor menyajikan air terjun alami lebar dan tinggi dengan suara gemuruh khas saat debit air meningkat.

Air terjun ini dialiri oleh Kali Soko dan limpahan Waduk Pacal, menciptakan pemandangan yang kerap disebut Little Niagara Bojonegoro.

Selain panorama air terjun dan bebatuan kapur besar, suasana asri dan alami menjadikan Kedung Maor cocok untuk berfoto, bermain air, atau sekadar menikmati kesunyian alam.

6. Watu Gandul

Terletak di Desa Sambongrejo, Kecamatan Gondang, sekitar 90 menit perjalanan dari Kota Bojonegoro, Watu Gandul terkenal dengan formasi batuan raksasa yang tampak menggantung secara alami.

Terdapat tiga batu utama berundak setinggi 45–50 meter yang menjadi daya tarik utama.
Selain nilai geologinya sebagai batuan andesit dari aktivitas gunung berapi purba, kawasan ini juga menawarkan pemandangan alam perbukitan, udara sejuk, dan potensi edukasi geowisata.

7. Growgoland (Sumber Air Grogolan)

Wisata ini berlokasi di Desa Ngunut, Kecamatan Dander, sekitar 30 menit dari pusat kota Bojonegoro.

Growgoland menghadirkan kejernihan mata air alami dengan aliran sungai jernih sepanjang 300 meter. Pengunjung bisa menikmati aktivitas tubing, berenang, atau camping keluarga.

Suasana rindang, pepohonan lebat, serta fasilitas pelampung dan kuliner lokal membuat tempat ini cocok untuk wisata air ringan sekaligus rekreasi keluarga.

8. Agrowisata Belimbing Ngringinrejo

Berjarak sekitar 15 kilometer atau 25 menit ke arah barat Bojonegoro, kawasan Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu dikenal sebagai sentra belimbing segar.

Di sepanjang jalan menuju area, pengunjung disambut deretan warung dan gazebo di tengah kebun berumur puluhan tahun.

Wisatawan dapat memetik belimbing langsung dari pohon, berfoto di antara pepohonan, dan mencicipi kuliner khas pedesaan. Tak jauh dari lokasi, terdapat Bendung Gerak yang menambah pilihan wisata di sekitar area ini.

9. Bendungan Gerak

Berada di Kecamatan Trucuk, sekitar 8 kilometer atau 15 menit dari pusat kota, Bendungan Gerak Bojonegoro memiliki fungsi vital sebagai pengendali banjir dan penyedia air irigasi.

Selain nilai fungsionalnya, bendungan ini kini menjadi lokasi wisata edukasi air dan rekreasi keluarga.

Dengan jembatan sepanjang 504 meter yang menghubungkan dua desa, kawasan bendungan juga menawarkan panorama Bengawan Solo yang tenang, terutama saat sore hari.

10. Waduk Pacal

Terletak di Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, sekitar 35 kilometer atau 1 jam perjalanan dari Bojonegoro, waduk ini merupakan peninggalan Belanda tahun 1933.

Dengan luas hampir 4 hektare dan kedalaman 25 meter, Waduk Pacal berfungsi sebagai bendungan irigasi yang kini menjadi objek wisata air dan sejarah.

Panorama perbukitan dan suasana klasik bangunan peninggalan kolonial menjadi daya tarik utama, terutama bagi wisatawan yang menyukai fotografi dan ketenangan alam.

11. Masjid An-Nahdla

Berlokasi di Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, sekitar 75 kilometer atau dua jam dari pusat kota, Masjid An-Nahdla berdiri megah di lahan 2,9 hektare di perbatasan Bojonegoro–Ngawi.

Masjid ini memadukan arsitektur Timur Tengah dan sentuhan ornamen Jawa, menjadikannya ikon baru wisata religi Bojonegoro.

Sejak diresmikan pada akhir 2024, tempat ini ramai dikunjungi jamaah dan wisatawan yang ingin beribadah sekaligus menikmati kemegahan bangunannya.

12. Kayangan Api

Berada di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, sekitar 25 kilometer atau 40 menit dari pusat Bojonegoro, Kayangan Api merupakan fenomena alam berupa sumber api abadi yang tak pernah padam.

Konon, tempat ini menjadi lokasi persemayaman Empu Supa, pandai besi legendaris dari era Majapahit.

Selain nilai sejarah dan spiritual, kawasan ini juga menjadi lokasi pelaksanaan upacara adat ruwatan dan Hari Jadi Bojonegoro.

Kini, area sekitar sudah dilengkapi pendopo, jalur pejalan kaki, dan area outbound, menjadikannya salah satu ikon wisata alam dan budaya Bojonegoro yang tak boleh dilewatkan.

Baca Juga: Mengenal Wisata Air Babo Desa Sidobandung, Lahir dari Semangat Bandung Bondowoso

Kedua belas destinasi di atas menggambarkan betapa beragamnya wajah Bojonegoro — dari geowisata energi, alam perbukitan, hingga wisata religi modern.

Dengan akses jalan yang semakin baik dan fasilitas wisata yang terus berkembang, Bojonegoro kini menegaskan diri sebagai salah satu destinasi potensial di Jawa Timur yang layak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun nasional. (kam/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#Pemkab #Wisata #destinasi #bojonegoro #kayangan api