RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Meski tidak tergolong sebagai tujuan wisata utama, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ternyata memiliki jumlah hotel yang cukup beragam. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jatim menunjukkan bahwa Bojonegoro terdaftar memiliki belasan hingga puluhan akomodasi formal—hotel, losmen, hingga wisma—tergolong dalam klasifikasi jasa penginapan resmi .
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan: apa yang mendorong pertumbuhan akomodasi di wilayah yang jarang disebut sebagai destinasi liburan elite?
Dorongan Ekonomi dan Bisnis Lokal
Volume hotel di Bojonegoro erat kaitannya dengan aktivitas industri dan jalur transportasi. Terletak strategis di tepi Pantura dan dekat jalur kereta, Bojonegoro menjadi transit point penting untuk bisnis minyak, gas, dan komoditas pertanian.
Berdasarkan laman statistik daerah, tingkat hunian kamar (TPK) pada April 2025 mencapai 33,66 %, dengan rata-rata lama menginap sekitar 1–2 hari. Ini menunjukkan demand yang stabil dari kalangan pelaku bisnis dan pelawat harian.
Hotel Teratas dan Ragam Segmentasi
Pencarian platform traveler terkenal (Booking.com, Agoda, Expedia, dan Tripadvisor) berhasil mengidentifikasi sekitar 30 hotel aktif, dari yang ekonomis hingga bintang 4. Berikut beberapa hotel terbaik:
1. Eastern Hotel Bojonegoro (bintang 4)
Menyediakan kolam renang outdoor, restoran halal, dan 24‑jam layanan resepsionis. Rating tamu mencapai 7,5/10, harga kamar mulai Rp1,1 juta.
2. Aston Bojonegoro City Hotel (bintang 3.5)
Dilengkapi spa, gym, Wi‑Fi, dan kolam renang. Rating di Expedia 8,4/10; harga malam sekitar 33 USD (Rp500 ribu).
3. Favehotel Sudirman Bojonegoro (bintang 3)
Pilihan ekonomis, bersih dan minimalis, rating 8,8/10; tarif rata-rata Rp513 ribu.
4. Dewarna Hotel & Convention
Menyuguhkan fasilitas konvensi, kolam renang, dan restoran. Sering masuk top 5 favorit pelancong.
5. Hotel Bonero Residence
Ramah keluarga dan termasuk akomodasi favorit di Booking.com.
Selain itu, hotel-hotel syariah seperti Matoh Guesthouse, Lotus Hotel, dan Wisma Djaja masuk dalam rangkaian populer versi Trip.com dan Agoda.
Tren Bisnis Perhotelan Menggiurkan
Menurut data Hotels.com, hotel bisnis (business hotel)—seperti Aston, favehotel, dan Dewarna—menjadi pilihan utama pelancong korporat. Tarifnya cukup kompetitif: misalnya Aston sekitar Rp492 ribu, favehotel Rp302 ribu, dan lainnya. Kesimpulannya, akomodasi di Bojonegoro dirancang agar memenuhi kebutuhan travel: dari urusan daring, pelatihan karyawan, hingga kunjungan klien.
Kenapa Banyak Hotel?
- Lokasi strategis ekonomi: akses jalan dan rel kereta yang menghubungkan Jawa bagian barat–timur menjadikan Bojonegoro pusat kegiatan usaha.
- Pasar bisnis: demand dari perusahaan migas, pertanian, serta proyek infrastruktur memaksa penyediaan layanan penginapan memadai.
- Segmen lokal dan regional: masyarakat lokal rutin mengadakan pertemuan pemerintah, keramaian keluarga, dan konvensi sehingga membutuhkan opsi hotel.
Perspektif ke Depan
Dengan pertumbuhan industri migas dan rencana pengembangan ekonomi regional, sektor perhotelan Bojonegoro diprediksi terus berkembang. Meskipun kebutuhan untuk pariwisata rekreasi belum begitu dominan, sektor MICE (Meeting, Incentive, Conference, Exhibition) memberikan peluang besar bagi pelaku hotel untuk meningkatkan tingkat hunian dan layanan.
Bojonegoro bukan hanya layak disebut sebagai kota transit, tetapi juga sebagai basis penginapan bisnis yang strategis dan lengkap dari segi fasilitas. Dengan segmentasi hotel yang bervariasi—bintang 3 hingga bintang 4, syariah, hingga budget—kota ini siap menjawab kebutuhan beragam tamu: dari pelaku usaha, korporat, hingga kunjungan pemerintahan.
Perkembangan hotel di Bojonegoro menunjukkan bahwa walau bukan destinasi wisata, kota ini memiliki daya tarik signifikan sebagai pusat akomodasi profesional dan fungsional. (feb)
Editor : Yuan Edo Ramadhana