NOVIETA Ramadhani, pendaki perempuan asal Desa Leran, Kecamatan Kalitidu pernah merasakan serunya mendaki Gunung Pandan pada 22 Desember 2024.
Amanda mendaki gunung di wilayah selatan Bojonegoro bersama tiga temannya.
‘’Berangkat pukul 11.00 dari Bojonegoro Kota dan sampai di area pendakian pukul 12.15,” ungkap perempuan 23 tahun tersebut.
Amanda beserta tiga temannya butuh waktu sekitar 1 jam 20 menit untuk mencapai puncak Gunung Pandan.
Perempuan berprofesi sebagai guru tersebut menikmati perjalanan mencapai puncak. Terlebih track landai dan panjang. Suasana sunyi hutan di Gunung Pandan membuat terasa lebih asri dan tenang.
‘’Perjalanan menuju puncak ditemui pohon tumbang, mewajibkan para pendaki harus ekstra berhati-hati untuk melangkah. Jika salah melangkah maka akan mengakibatkan jatuh ke jurang di sisi kanan,” ungkapnya.
Selama perjalanan, Amanda menjumpai banyak pohon pandan. Sehingga gunung yang memertemukan Kabupaten Bojonegoro, Madiun, dan Nganjuk itu diberi nama Gunung Pandan.
Sesampainya di puncak, perempuan hobi mendaki gunung tersebut beristirahat bersama teman-temannya. Lalu membuat beberapa video konten untuk memberikan informasi ke masyarakat di Bojonegoro bahwa Gunung Pandan bisa didaki.
‘’Melihat puncak Gunung Pandan sekilas mirip dengan salah satu gunung di Sumatra, yaitu Gunung Patah dengan posisi puncak yang vegetasinya masi tertutup dan plakat puncak berada di pohon,” jelasnya.
Menurut Amanda, Gunung Pandang layak menjadi wisata pendakian. Sehingga bisa meningkatkan sektor wisata, dan ekonomi. Namun perlu lebih terawat, diberi basecamp dan tempat parkir. Selain itu jalur pendakian diperjelas kembali dan diberikan tanda arah pos hingga tempat registrasi simaksi.
‘’Nanti teman-teman pendaki mendapatkan peta jalur menuju puncak Gunung Pandan supaya lebih mudah. Sehingga jika ingin menikmati keindahan alam gunung pandan dan tidak bingung jika akan berkunjung,” terangnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana