Sering Memikirkan Hal yang Sama Berulang Kali? Ini Alasannya

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Minggu, 4 Oktober 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi pria sedang banyak pikiran
Ilustrasi pria sedang banyak pikiran

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernahkah Anda memikirkan satu kejadian yang sama berulang kali, bahkan ketika sebenarnya tidak ada lagi yang perlu dilakukan? Misalnya, terus mengingat percakapan dengan seseorang, memikirkan kesalahan yang pernah dibuat, mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi, atau membayangkan bagaimana jika mengambil keputusan yang berbeda.

Kondisi seperti ini cukup umum terjadi. Pikiran manusia memang memiliki kecenderungan untuk kembali pada persoalan yang dianggap belum selesai atau penting. Namun, jika terlalu sering terjadi, kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang sulit berkonsentrasi dan merasa lelah secara mental.

Mengapa pikiran terus mengulang hal yang sama?

Ada beberapa alasan yang dapat membuat seseorang terus memikirkan persoalan yang sama.

1. Ada masalah yang belum selesai

Pikiran dapat terus kembali pada sesuatu yang dianggap belum mendapatkan penyelesaian.

Baca Juga: Mengapa Perempuan Cenderung Memikirkan Banyak Hal Sekaligus? Begini Perspektif Neurosains dan Evolusi

Contohnya, ketika seseorang mengalami konflik dengan teman atau pasangan tetapi belum sempat membicarakannya. Situasi tersebut dapat terus muncul dalam pikiran karena otak masih berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi.

2. Terlalu banyak memikirkan kemungkinan

Kebiasaan memikirkan berbagai kemungkinan juga dapat membuat pikiran sulit berhenti. Seseorang mungkin terus bertanya, “Bagaimana kalau saya melakukan hal berbeda?” atau “Bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi?”

Memikirkan kemungkinan memang dapat membantu seseorang mempersiapkan diri. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa menghasilkan tindakan nyata, hal tersebut justru bisa menjadi beban pikiran.

3. Pengalaman yang membuat emosi kuat

Peristiwa yang menimbulkan rasa takut, malu, kecewa, marah, atau sedih biasanya lebih mudah diingat.

Karena itu, pengalaman yang memiliki dampak emosional kuat dapat kembali muncul meskipun peristiwanya sudah lama berlalu.

Bukan berarti seseorang sengaja mengingatnya. Pikiran dapat kembali pada pengalaman tersebut karena otak menganggapnya sebagai sesuatu yang penting.

4. Terjebak dalam overthinking

Memikirkan sesuatu secara mendalam berbeda dengan overthinking.

Memikirkan masalah dapat membantu seseorang mencari solusi. Sebaliknya, overthinking sering membuat seseorang berputar pada pertanyaan dan kekhawatiran yang sama tanpa menemukan jalan keluar.

Misalnya, seseorang terus memikirkan kesalahan saat berbicara dengan orang lain, kemudian membayangkan berbagai kemungkinan tentang bagaimana orang tersebut menilainya.

Baca Juga: Orang yang Jarang Mengunggah Kehidupan Pribadi di Media Sosial Biasanya Punya Sifat Ini

5. Sedang mengalami stres

Stres juga dapat membuat pikiran terasa lebih sulit dikendalikan.

Ketika seseorang menghadapi banyak tekanan, otak dapat terus memproses berbagai persoalan yang dianggap penting. Akibatnya, seseorang merasa pikirannya tidak pernah benar-benar berhenti.

Hal ini juga dapat mengganggu konsentrasi, membuat tubuh terasa lelah, hingga memengaruhi kualitas tidur.

Apakah memikirkan sesuatu berulang kali selalu buruk?

Tidak selalu.

Memikirkan kembali sebuah pengalaman dapat membantu seseorang memahami apa yang terjadi dan mengambil pelajaran. Seseorang juga bisa menggunakan proses tersebut untuk merencanakan tindakan berikutnya.

Yang perlu diperhatikan adalah ketika pikiran tersebut mulai mengganggu kehidupan sehari-hari.

Misalnya, sulit tidur karena terus memikirkan suatu masalah, tidak mampu berkonsentrasi saat bekerja, kehilangan minat melakukan aktivitas, atau merasa cemas hampir sepanjang waktu.

Dalam kondisi seperti itu, penting untuk tidak mengabaikannya.

Bagaimana cara menghentikan pikiran yang berulang?

Ada beberapa cara sederhana yang dapat dicoba. 

Pertama, tuliskan hal yang sedang dipikirkan. Menulis kekhawatiran di kertas dapat membantu membuat masalah terlihat lebih jelas.

Kedua, bedakan antara hal yang bisa dikendalikan dan hal yang berada di luar kendali. Jika ada sesuatu yang dapat dilakukan, tentukan langkah kecil yang realistis daripada terus memikirkannya.

Baca Juga: Orang yang Punya Kecerdasan IQ Tinggi Sering Merasa Bersalah dan Overthinking, Begini Menurut Psikologi

Ketiga, berikan waktu bagi diri sendiri untuk beristirahat. Tidur yang cukup, aktivitas fisik, dan melakukan kegiatan yang menyenangkan dapat membantu mengalihkan perhatian dari pikiran yang terus berulang.

Selain itu, ketika pikiran yang sama muncul, seseorang dapat mencoba menyadarinya tanpa langsung mengikuti semua kekhawatiran yang muncul.

Jika pikiran berulang sudah sangat mengganggu aktivitas sehari-hari atau membuat seseorang merasa tidak mampu mengatasinya sendiri, berbicara dengan psikolog atau tenaga profesional dapat menjadi pilihan.

Pada akhirnya, memikirkan sesuatu berulang kali merupakan bagian dari cara manusia memproses pengalaman. Namun, pikiran tidak harus selalu dipercaya atau diikuti. Terkadang, yang dibutuhkan bukan mencari jawaban dari pertanyaan yang sama berulang kali, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk berhenti sejenak dan melanjutkan aktivitas yang sedang dijalani. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
memikirkan overthinking masalah stres