RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kepribadian sering dianggap sebagai sesuatu yang melekat pada diri seseorang sejak lama. Orang yang dikenal pendiam, misalnya, kerap dianggap akan selalu menjadi pribadi yang tertutup. Begitu pula seseorang yang mudah marah atau kurang percaya diri sering dinilai memiliki karakter yang sulit berubah.
Namun, apakah kepribadian seseorang benar-benar tidak bisa berubah?
Dari sisi psikologi, jawabannya adalah kepribadian dapat berubah, meski perubahan tersebut biasanya berlangsung secara bertahap dan tidak selalu drastis.
Kepribadian merupakan pola karakteristik dalam cara seseorang berpikir, merasakan, dan berperilaku. Dalam penelitian psikologi modern, kepribadian sering dipelajari melalui model Big Five, yang mencakup keterbukaan terhadap pengalaman (openness), kehati-hatian atau tanggung jawab (conscientiousness), ekstraversi (extraversion), keramahan (agreeableness), serta kestabilan emosi yang berkaitan dengan neurotisisme (neuroticism).
Kepribadian Bisa Berubah Seiring Bertambahnya Usia
Penelitian Brent W. Roberts dan Daniel Mroczek yang diterbitkan dalam Current Directions in Psychological Science menunjukkan bahwa kepribadian tidak sepenuhnya statis.
Melalui tinjauan terhadap penelitian longitudinal dan penelitian perkembangan sepanjang kehidupan, para peneliti menemukan bahwa sejumlah karakteristik kepribadian dapat mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Perubahan tersebut antara lain terlihat dalam peningkatan kepercayaan diri, kehangatan dalam hubungan sosial, pengendalian diri, dan kestabilan emosi. Perubahan cukup banyak ditemukan pada masa dewasa muda, terutama sekitar usia 20 hingga 40 tahun, tetapi perkembangan kepribadian juga dapat terjadi pada usia paruh baya maupun lanjut usia.
Baca Juga: Orang yang Biasa Saja dengan Hari Ulang Tahunnya, Biasanya Memiliki Karakteristik Kepribadian Sepert
Artinya, pengalaman hidup seseorang dapat ikut membentuk bagaimana dirinya berpikir, merasakan, dan merespons berbagai situasi.
Pengalaman Hidup Bisa Memengaruhi Kepribadian
Seseorang mungkin menjadi lebih bertanggung jawab setelah memasuki dunia kerja. Orang yang sebelumnya mudah panik dapat menjadi lebih tenang setelah melewati berbagai pengalaman. Begitu pula seseorang yang dahulu sulit mempercayai orang lain dapat menjadi lebih terbuka setelah memiliki lingkungan sosial yang aman dan suportif.
Penelitian menunjukkan bahwa pola perubahan kepribadian setiap orang tidak selalu sama. Pengalaman tertentu pada tahap kehidupan yang berbeda dapat berhubungan dengan perubahan karakteristik kepribadian seseorang.
Karena itu, perubahan kepribadian tidak hanya berkaitan dengan usia. Lingkungan, pengalaman sosial, tuntutan kehidupan, hubungan dengan orang lain, serta kebiasaan yang terus dilakukan juga dapat berperan.
Kepribadian Tidak Berubah dalam Semalam
Meski bisa berubah, bukan berarti kepribadian seseorang dapat berubah secara instan.
Meta-analisis yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin pada 2022 menganalisis data longitudinal dari 189 studi dengan total 178.503 partisipan untuk melihat stabilitas dan perubahan kepribadian.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepribadian memiliki dua karakteristik sekaligus: relatif stabil, tetapi tetap dapat berkembang dan berubah sepanjang kehidupan. Stabilitas peringkat kepribadian meningkat pada masa awal kehidupan dan kemudian cenderung mencapai tingkat yang lebih stabil pada masa dewasa muda.
Dengan kata lain, seseorang mungkin tetap memiliki kecenderungan dasar tertentu, tetapi cara kecenderungan tersebut muncul dalam kehidupan sehari-hari dapat mengalami perubahan.
Apakah Kepribadian Bisa Diubah dengan Sengaja ?
Menariknya, penelitian juga menunjukkan bahwa perubahan kepribadian bukan hanya terjadi secara alami.
Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin menganalisis 207 penelitian mengenai perubahan karakteristik kepribadian melalui intervensi.
Hasilnya menunjukkan adanya perubahan pada ukuran kepribadian selama intervensi dengan rata-rata periode sekitar 24 minggu. Perubahan paling menonjol ditemukan pada aspek kestabilan emosi, kemudian ekstraversi. Sebagian perubahan juga tetap terlihat dalam penelitian lanjutan setelah intervensi selesai.
Baca Juga: Bagaimana Kepribadian Seseorang Terbentuk ? Ini 7 Faktor yang Memengaruhinya
Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa pola kepribadian tertentu dapat mengalami perubahan ketika seseorang secara konsisten menjalani proses pengembangan diri atau mendapatkan intervensi psikologis yang sesuai.
Kebiasaan Juga Bisa Menjadi Bagian dari Proses Perubahan
Perubahan kepribadian tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar.
Misalnya, seseorang yang ingin menjadi lebih disiplin dapat mulai membangun rutinitas kecil secara konsisten. Orang yang ingin lebih tenang dapat belajar mengenali emosi dan mengembangkan cara merespons stres dengan lebih sehat.
Penelitian mengenai intervensi kepribadian juga mendukung gagasan bahwa perubahan perilaku yang dilakukan secara konsisten dapat berkontribusi terhadap perubahan karakteristik kepribadian dalam jangka panjang.
Namun, perubahan tersebut tidak berarti seseorang harus menghilangkan seluruh karakter aslinya. Tujuannya lebih kepada mengembangkan pola perilaku dan respons yang dianggap lebih sehat atau sesuai dengan tujuan hidupnya.
Jadi, Apakah Kepribadian Seseorang Bisa Berubah ?
Berdasarkan berbagai penelitian psikologi, kepribadian bisa berubah, tetapi tetap memiliki tingkat kestabilan tertentu.
Seseorang tidak otomatis menjadi pribadi yang sepenuhnya berbeda hanya karena bertambah usia. Namun, pengalaman hidup, hubungan sosial, lingkungan, kebiasaan, tuntutan kehidupan, serta proses psikologis tertentu dapat membuat beberapa aspek kepribadian berkembang.
Karena itu, perubahan sikap seseorang dari waktu ke waktu tidak selalu berarti dirinya menjadi "orang yang berbeda". Bisa saja perubahan tersebut merupakan bagian dari proses perkembangan kepribadian.
Pada akhirnya, psikologi melihat kepribadian bukan sebagai sesuatu yang sepenuhnya kaku, tetapi sebagai karakteristik yang memiliki kontinuitas sekaligus kemungkinan untuk berkembang sepanjang kehidupan.
Editor : Bhagas Dani Purwoko