RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kebiasaan makan sambil bermain ponsel menjadi hal yang cukup umum dilakukan, baik saat sarapan, makan siang maupun makan malam. Banyak orang menganggap aktivitas tersebut tidak berbahaya karena hanya dilakukan untuk mengisi waktu sambil menikmati makanan.
Namun, muncul anggapan bahwa makan sambil bermain HP bisa membuat otak tidak fokus. Lantas, apakah anggapan tersebut hanya mitos atau memang memiliki dasar secara ilmiah ?
Bukan Sekadar Mitos, Otak Memang Bisa Terbagi Perhatiannya
Anggapan tersebut tidak sepenuhnya mitos. Ketika seseorang makan sambil bermain HP, otak harus memproses lebih dari satu jenis rangsangan dalam waktu yang bersamaan.
Makan membutuhkan perhatian terhadap rasa, aroma, tekstur serta jumlah makanan yang dikonsumsi. Sementara itu, bermain HP memberikan rangsangan tambahan berupa gambar, suara, video, pesan atau informasi yang terus berubah.
Kondisi tersebut dapat membuat perhatian seseorang terbagi. Akibatnya, seseorang bisa menjadi kurang menyadari proses makan yang sedang dilakukan.
Bisa Membuat Makan Menjadi Kurang Sadar
Salah satu dampak yang sering dikaitkan dengan penggunaan gawai ketika makan adalah mindless eating, yaitu kondisi ketika seseorang makan tanpa benar-benar memperhatikan makanan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta, Minum Teh Setelah Makan Tidak Baik bagi Tubuh?
Saat perhatian lebih banyak tertuju pada layar HP, seseorang mungkin tidak terlalu menyadari seberapa banyak makanan yang sudah dikonsumsi. Hal ini berpotensi membuat seseorang makan lebih banyak dibandingkan ketika makan dengan penuh perhatian.
Bukan berarti setiap orang yang bermain HP saat makan pasti akan mengalami hal tersebut. Dampaknya dapat berbeda-beda, tergantung kebiasaan, jenis makanan, durasi penggunaan HP dan kondisi masing-masing individu.
Mengapa Otak Sulit Fokus pada Dua Aktivitas ?
Otak manusia sebenarnya dapat menangani beberapa rangsangan sekaligus. Namun, kemampuan perhatian tetap memiliki batas.
Ketika seseorang membaca pesan, menonton video atau bermain media sosial sambil makan, perhatian harus berpindah antara layar dan aktivitas makan. Proses perpindahan perhatian tersebut dapat membuat seseorang tidak sepenuhnya fokus pada salah satu aktivitas.
Dalam konteks makan, berkurangnya perhatian terhadap makanan dapat membuat sinyal kenyang kurang diperhatikan. Karena itu, makan tanpa distraksi sering dianggap lebih mendukung kebiasaan makan secara sadar.
Tidak Berarti HP Membuat Otak Menjadi Rusak
Penting untuk membedakan antara kurang fokus saat melakukan aktivitas dan kerusakan fungsi otak.
Makan sambil bermain HP sesekali tidak berarti membuat otak menjadi rusak atau kemampuan konsentrasi seseorang menurun secara permanen. Masalah yang lebih perlu diperhatikan adalah apabila kebiasaan menggunakan HP dilakukan terus-menerus dan mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari.
Misalnya, seseorang merasa sulit makan tanpa menonton video, selalu memeriksa notifikasi ketika sedang makan, atau tidak mampu menikmati waktu makan tanpa menggunakan gawai.
Ada Baiknya Mengurangi Penggunaan HP Saat Makan
Membatasi penggunaan HP ketika makan bukan hanya berkaitan dengan fokus, tetapi juga dapat membantu seseorang lebih memperhatikan makanan dan menikmati waktu makan.
Baca Juga: Mitos atau Fakta? Bawang Putih Tunggal Bisa Menurunkan Kolesterol
Makan tanpa distraksi juga dapat menjadi kesempatan untuk beristirahat sejenak dari paparan layar. Jika makan bersama keluarga, kebiasaan ini dapat membantu menciptakan interaksi dan komunikasi yang lebih baik.
Karena itu, jika memungkinkan, cobalah meletakkan HP selama waktu makan. Tidak perlu langsung mengubah kebiasaan secara drastis. Mengawali dengan satu waktu makan tanpa HP setiap hari bisa menjadi langkah sederhana.
Jadi, Mitos atau Fakta ?
Kesimpulannya, anggapan bahwa makan sambil bermain HP bisa membuat otak tidak fokus lebih tepat disebut fakta, tetapi perlu dipahami secara proporsional.
Penggunaan HP saat makan dapat membagi perhatian sehingga seseorang kurang memperhatikan proses makan. Namun, kebiasaan tersebut tidak secara otomatis berarti menyebabkan kerusakan otak atau membuat kemampuan fokus menurun secara permanen.
Jika ingin makan dengan lebih sadar, menikmati makanan tanpa gangguan layar merupakan pilihan yang lebih baik. Selain membantu meningkatkan perhatian terhadap makanan, kebiasaan tersebut juga dapat membuat waktu makan menjadi lebih tenang dan berkualitas. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko