10 Lagu Lawas Luar Negeri yang Masih Sering Didengarkan Generasi Milenial hingga Sekarang

Andhika Feriawan • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:30 WIB
Queen menjadi salah satu band yang lagu-lagunya paling sering didengarkan generasi milenial. (ISTIMEWA/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)
Queen menjadi salah satu band yang lagu-lagunya paling sering didengarkan generasi milenial. (ISTIMEWA/ANDHIKA FERIAWAN/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Lagu lawas tidak selalu kehilangan tempat setelah bertahun-tahun berlalu. Sejumlah lagu dari era 1980-an hingga awal 2000-an justru tetap terdengar di berbagai kesempatan, mulai dari radio, playlist digital, acara nostalgia, hingga media sosial.

Bagi generasi milenial, lagu-lagu tersebut memiliki hubungan erat dengan masa remaja dan awal kehidupan dewasa. Meski teknologi dan tren musik terus berubah, melodi, lirik, serta karakter vokal dari lagu-lagu lama membuatnya tetap mudah dikenali dan dinikmati hingga sekarang.

Berikut 10 lagu lawas luar negeri yang masih sering didengarkan generasi milenial.

1. My Heart Will Go On – Celine Dion

Dirilis pada 1997 sebagai lagu utama film Titanic, "My Heart Will Go On" menjadi salah satu lagu paling ikonik sepanjang masa.

Suara Celine Dion yang kuat dan melodi yang dramatis membuat lagu ini tetap populer, terutama bagi mereka yang tumbuh pada era kejayaan film Titanic.

2. I Want It That Way – Backstreet Boys

Lagu dari Backstreet Boys ini dirilis pada 1999 dan menjadi salah satu lagu boyband paling dikenal hingga sekarang.

"I Want It That Way" tidak hanya populer di kalangan penggemar musik pop era 1990-an, tetapi juga kembali sering muncul dalam berbagai konten nostalgia dan karaoke.

Baca Juga: 5 Band dan Penyanyi Indonesia yang Mendunia Lewat Karya Lagunya

3. It's My Life – Bon Jovi

Bon Jovi merilis "It's My Life" pada 2000. Lagu ini menjadi salah satu anthem rock yang sangat lekat dengan generasi milenial.

Lirik tentang menjalani hidup dengan pilihan sendiri membuat lagu tersebut tetap relevan meski sudah lebih dari dua dekade berlalu.

4. Complicated – Avril Lavigne

"Complicated" menjadi salah satu lagu yang mendefinisikan musik pop-rock awal 2000-an.

Dirilis pada 2002, lagu Avril Lavigne ini sangat populer di kalangan remaja pada masanya dan hingga kini masih sering muncul dalam playlist nostalgia era 2000-an.

5. Queen – “Bohemian Rhapsody”

Lagu yang dirilis pada 1975 ini memiliki struktur musik yang unik dengan perpaduan rock, opera, dan ballad. “Bohemian Rhapsody” bahkan terus diperkenalkan kepada generasi baru melalui berbagai film dan pertunjukan musik.

6. The Reason – Hoobastank

"The Reason" dirilis pada 2003 dan dengan cepat menjadi salah satu lagu yang sangat populer di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Melodi yang mudah diingat serta lirik bernuansa penyesalan dan perubahan membuat lagu ini tetap memiliki tempat di playlist nostalgia.

7. Westlife – “My Love”

“My Love” merupakan salah satu lagu romantis Westlife yang sangat populer pada awal 2000-an. Melodi lembut dan liriknya yang penuh kerinduan membuat lagu ini masih sering diputar hingga sekarang.

Baca Juga: 8 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Memutar Lagu yang Sama Berulang-ulang Menurut Psikologi

8. A Thousand Miles – Vanessa Carlton

Petikan piano di awal "A Thousand Miles" menjadi salah satu intro lagu yang paling mudah dikenali dari era 2000-an.

Dirilis pada 2002, lagu Vanessa Carlton ini tidak hanya populer di radio, tetapi juga kembali mendapatkan perhatian melalui berbagai meme dan konten media sosial.

9. You're Beautiful – James Blunt

James Blunt merilis "You're Beautiful" pada 2005 dan lagu tersebut langsung menjadi salah satu hit internasional.

Nuansa pop-ballad dengan vokal khas James Blunt membuat lagu ini masih kerap diputar ketika pendengar ingin bernostalgia dengan musik pertengahan 2000-an.

10. Wake Me Up When September Ends – Green Day

Dirilis pada 2005 sebagai bagian dari album American Idiot, "Wake Me Up When September Ends" memiliki karakter berbeda dari lagu pop nostalgia lainnya.

Nuansa emosional dan aransemen rock khas Green Day membuat lagu ini tetap dikenang oleh generasi milenial dan pendengar musik rock hingga sekarang.

Nostalgia yang Tidak Lekang oleh Waktu

Popularitas lagu-lagu tersebut menunjukkan bahwa usia sebuah lagu tidak selalu menentukan apakah musik tersebut masih relevan. Generasi milenial yang tumbuh ketika lagu-lagu itu populer kini memiliki akses lebih mudah untuk mendengarkannya kembali melalui berbagai platform musik digital.

Bagi sebagian pendengar, memutar lagu lawas bukan sekadar menikmati musik. Ada kenangan masa sekolah, pertemanan, cinta pertama, hingga suasana kehidupan pada masa lalu yang ikut kembali ketika lagu tersebut dimainkan.

Tidak mengherankan jika lagu-lagu dari era 1990-an dan 2000-an masih bertahan dalam playlist generasi milenial, bahkan mulai kembali dikenal oleh generasi yang lebih muda. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
queen musik radio Lagu lagu lawas