RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kerupuk menjadi salah satu makanan pendamping yang hampir selalu hadir di meja makan masyarakat Indonesia. Teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih membuat kerupuk sulit ditolak. Namun, di balik ukurannya yang terlihat kecil, konsumsi kerupuk secara berlebihan ternyata dapat ikut meningkatkan asupan kalori harian.
Kerupuk umumnya dibuat dari bahan bertepung seperti tapioka atau tepung terigu, kemudian digoreng menggunakan minyak. Proses tersebut membuat kerupuk memiliki kandungan energi yang cukup tinggi. Apalagi, kerupuk biasanya dikonsumsi sebagai pelengkap makanan, bukan sebagai makanan utama. Artinya, kalori dari kerupuk dapat menjadi tambahan di luar makanan utama yang sudah dikonsumsi.
Baca Juga: Rekomendasi Menu Diet yang Enak dan Praktis, Tetap Nikmat Tanpa Takut Kalori Berlebih
Mengapa Kerupuk Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik?
Salah satu alasannya adalah kandungan kalori dari makanan yang digoreng. Minyak yang digunakan saat menggoreng dapat terserap ke dalam kerupuk sehingga menambah jumlah energi yang dikonsumsi.
Masalah lainnya adalah porsinya. Karena kerupuk terasa ringan dan mudah dimakan, seseorang bisa menghabiskan beberapa keping tanpa menyadari jumlah kalori yang masuk. Jika kebiasaan tersebut dilakukan setiap hari dan total asupan kalori melebihi kebutuhan tubuh, kelebihan energi dapat disimpan dalam bentuk lemak.
Selain itu, kerupuk bukan sumber utama berbagai zat gizi penting. Kandungan proteinnya umumnya tidak setinggi makanan seperti telur, ikan, daging, tahu, atau tempe. Kerupuk juga tidak dapat menggantikan kebutuhan serat dari sayuran, buah-buahan, dan sumber pangan lainnya.
Bukan Berarti Harus Berhenti Makan Kerupuk
Kerupuk tidak otomatis membuat seseorang gemuk hanya karena mengonsumsinya. Kenaikan berat badan lebih berkaitan dengan keseimbangan energi secara keseluruhan, yaitu ketika kalori yang masuk secara konsisten lebih banyak daripada energi yang digunakan tubuh.
Karena itu, kerupuk masih dapat dikonsumsi sebagai pelengkap makanan selama porsinya diperhatikan. Hindari menjadikan kerupuk sebagai camilan utama dalam jumlah banyak, terutama jika sudah mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalori.
Perhatikan Cara Mengonsumsinya
Jika ingin menjaga berat badan, konsumsi kerupuk sebaiknya dibatasi dan diimbangi dengan pola makan yang lebih beragam. Utamakan makanan yang kaya protein, sayuran, buah, serta sumber karbohidrat dalam jumlah sesuai kebutuhan.
Minuman manis dan makanan tinggi kalori lainnya juga perlu diperhatikan karena total asupan harian tidak hanya berasal dari kerupuk.
Pada akhirnya, kerupuk bukanlah satu-satunya penyebab berat badan bertambah. Namun, kebiasaan mengonsumsi kerupuk dalam jumlah banyak tanpa memperhitungkan total asupan makanan dapat membuat kalori harian lebih mudah berlebihan.
Jadi, tidak perlu takut menikmati kerupuk. Kuncinya adalah porsi, frekuensi, dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko