Mengurangi Screen Time Anak, Ini Cara Orang Tua Membangun Kebiasaan Digital yang Lebih Sehat

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 20:49 WIB
Ilustrasi anak sedang screentime
Ilustrasi anak sedang screentime

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Penggunaan perangkat digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Televisi, tablet, hingga telepon pintar dapat membantu anak mendapatkan hiburan dan informasi. Namun, durasi penggunaan layar yang terlalu banyak perlu menjadi perhatian orang tua, terutama jika mulai menggantikan waktu tidur, bermain, belajar, dan berinteraksi secara langsung.

Sebuah tinjauan ilmiah yang dipublikasikan dalam JAMA Pediatrics menemukan adanya kaitan antara screen time yang lebih tinggi pada anak usia dini dengan meningkatnya risiko keterlambatan perkembangan, terutama dalam kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan pentingnya interaksi langsung antara anak dan orang tua dalam mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional. Karena itu, mengurangi waktu di depan layar bukan sekadar mengambil gawai dari tangan anak, tetapi juga menyediakan kegiatan alternatif yang menarik.

Baca Juga: Bahaya Paparan Layar HP pada Anak, Ini Batas Aman Screen Time Menurut WHO

Jangan Mengurangi Screen Time Secara Mendadak

Bagi anak yang sudah terbiasa menggunakan gawai dalam waktu lama, pengurangan secara tiba-tiba dapat memicu penolakan atau tantrum. Orang tua dapat mulai dengan mengurangi durasi secara bertahap.

Misalnya, jika anak terbiasa menggunakan tablet selama beberapa jam setelah pulang sekolah, orang tua dapat membuat jadwal penggunaan yang lebih teratur dan mengurangi waktunya sedikit demi sedikit.

Anak juga perlu mengetahui kapan waktu menggunakan perangkat dan kapan waktunya berhenti. Konsistensi menjadi kunci agar aturan tidak terasa sebagai hukuman.

Ciptakan Aktivitas Pengganti

Salah satu alasan anak sulit lepas dari layar adalah karena gawai menjadi sumber hiburan yang paling mudah dijangkau. Karena itu, orang tua sebaiknya menyiapkan aktivitas alternatif.

Baca Juga: Tren Screen Time Tinggi Dorong Bisnis Kacamata di Bojonegoro, Kesadaran Kesehatan Mata Meningkat

Anak dapat diajak membaca buku, menggambar, bermain puzzle, membuat kerajinan, memasak sederhana bersama orang tua, bermain di luar rumah, atau melakukan permainan yang melibatkan anggota keluarga.

Aktivitas tersebut tidak harus mahal atau rumit. Hal sederhana seperti mengajak anak membantu menyiapkan makanan atau menyiram tanaman juga dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan berinteraksi.

Buat Zona Bebas Gawai

Orang tua dapat menetapkan area atau waktu tertentu sebagai zona bebas gawai. Misalnya, meja makan, kamar tidur, atau waktu makan bersama keluarga.

Kebiasaan tersebut membantu anak memahami bahwa tidak semua aktivitas perlu dilakukan sambil melihat layar. Waktu makan dapat menjadi kesempatan bagi keluarga untuk berbicara dan mendengarkan cerita anak tentang kegiatannya sepanjang hari.

Orang Tua Juga Perlu Memberi Contoh

Anak belajar melalui kebiasaan yang mereka lihat setiap hari. Karena itu, aturan penggunaan gawai sebaiknya tidak hanya berlaku untuk anak.

Jika orang tua terus menggunakan telepon saat sedang berbicara atau makan bersama anak, pesan tentang pentingnya mengurangi screen time akan lebih sulit diterapkan.

Orang tua dapat mulai dengan menyimpan telepon ketika sedang makan bersama, berbicara dengan anak, atau melakukan aktivitas keluarga. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi contoh penggunaan teknologi yang lebih sehat.

Tetap Perhatikan Kualitas Konten

Baca Juga: Terlalu lelah? Berikut Cara Mengurangi Screen Time Tanpa Kehilangan Produktivitas: Panduan Realistis untuk Hidup Lebih Seimbang

Mengurangi durasi penggunaan layar memang penting, tetapi kualitas konten juga perlu diperhatikan. Orang tua sebaiknya mengetahui apa yang ditonton atau dimainkan anak dan memilih konten yang sesuai dengan usia serta kebutuhan perkembangannya.

Jika memungkinkan, orang tua dapat menemani anak ketika menggunakan perangkat. Dengan begitu, aktivitas digital dapat menjadi kesempatan untuk berdiskusi, bertanya, dan membantu anak memahami apa yang mereka lihat.

Jadikan Perubahan sebagai Kebiasaan Keluarga

Mengurangi screen time akan lebih mudah dilakukan jika menjadi kebiasaan seluruh keluarga, bukan aturan yang hanya dibebankan kepada anak.

Orang tua dapat membuat rutinitas sederhana, seperti tidak menggunakan gawai saat makan, menghentikan penggunaan layar menjelang waktu tidur, serta menyediakan waktu khusus untuk bermain dan berbicara bersama.

Yang tidak kalah penting, orang tua tidak perlu merasa harus menghilangkan teknologi sepenuhnya dari kehidupan anak. Perangkat digital dapat tetap digunakan secara bijak. Kuncinya adalah memastikan penggunaan layar tidak mengambil terlalu banyak waktu yang seharusnya digunakan anak untuk tidur, bergerak, bermain, belajar, dan membangun hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Dengan aturan yang konsisten, aktivitas pengganti yang menarik, serta contoh dari orang tua, mengurangi screen time dapat menjadi proses yang lebih mudah bagi anak dan seluruh keluarga. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
oran tua Screen Time anak perkembangan teknolog