RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Kehadiran anggota keluarga baru merupakan momen yang membahagiakan bagi banyak orang tua. Namun, di balik kebahagiaan tersebut, ada satu hal yang sering luput dari perhatian, yakni perasaan anak pertama atau kakak. Perubahan perhatian orang tua yang kini lebih banyak tercurah kepada bayi dapat membuat kakak merasa tersisih, cemburu, bahkan menunjukkan perubahan perilaku.
Psikolog anak menjelaskan bahwa perasaan cemburu terhadap adik merupakan hal yang wajar. Anak masih belajar memahami perubahan dalam keluarganya, sehingga mereka membutuhkan dukungan emosional agar dapat menerima kehadiran sang adik dengan lebih baik. Peran orang tua sangat penting untuk memastikan kakak tetap merasa dicintai dan memiliki tempat yang istimewa di dalam keluarga.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar kakak tetap merasa diperhatikan setelah memiliki adik.
Baca Juga: Mom, Ini Rahasia Mendidik Anak Pertama agar Jadi Kakak Panutan yang Disayang Adik
1. Luangkan Waktu Khusus Hanya Bersama Kakak
Meski bayi membutuhkan perhatian lebih, usahakan menyediakan waktu khusus setiap hari untuk kakak. Tidak perlu lama, sekitar 15 hingga 30 menit sudah cukup jika dimanfaatkan untuk bermain, membaca buku, menggambar, atau sekadar mengobrol.
Waktu berdua tanpa gangguan akan membuat kakak merasa bahwa dirinya tetap menjadi sosok yang penting bagi orang tua.
2. Libatkan Kakak dalam Merawat Adik
Ajak kakak membantu mengambil popok, memilihkan pakaian, atau menyanyikan lagu saat adik rewel. Berikan tugas sederhana yang sesuai dengan usianya agar ia merasa dipercaya dan memiliki peran dalam keluarga.
Namun, hindari memberikan tanggung jawab yang terlalu besar. Tujuannya adalah membuat kakak merasa dilibatkan, bukan dibebani.
3. Berikan Apresiasi atas Usahanya
Ketika kakak menunjukkan sikap baik kepada adiknya, jangan lupa memberikan pujian. Misalnya, "Terima kasih sudah membantu Ayah mengambilkan tisu untuk adik," atau "Kakak hebat, adik jadi tenang karena diajak bermain."
Baca Juga: Ajak Adik – Kakak Bermain
Apresiasi seperti ini dapat memperkuat perilaku positif sekaligus meningkatkan rasa percaya diri anak.
4. Hindari Terlalu Sering Membandingkan Anak
Kalimat seperti "Kok tidak bisa seperti adik?" atau "Lihat, adik saja tidak rewel," sebaiknya dihindari. Perbandingan hanya akan membuat kakak merasa kurang dihargai dan dapat memicu persaingan yang tidak sehat.
Setiap anak memiliki kepribadian, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda sehingga layak mendapatkan penghargaan atas keunikannya masing-masing.
5. Dengarkan Perasaan Kakak
Jika kakak mengatakan bahwa ia sedih, marah, atau merasa tidak diperhatikan, jangan langsung menyalahkan atau menganggapnya berlebihan.
Cobalah mendengarkan dengan penuh perhatian dan katakan bahwa perasaannya dapat dipahami. Setelah itu, jelaskan bahwa meski adik membutuhkan banyak perhatian karena masih bayi, kasih sayang orang tua kepada kakak tidak pernah berkurang.
6. Pertahankan Rutinitas Bersama
Jika sebelum memiliki adik orang tua rutin membacakan dongeng sebelum tidur atau mengantar kakak ke sekolah, usahakan kebiasaan tersebut tetap dilakukan.
Rutinitas yang konsisten memberikan rasa aman dan membantu kakak beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di rumah.
7. Berikan Kesempatan untuk Tetap Menjadi Anak
Baca Juga: Menghadapi Anak yang Sulit Diatur: Memahami Akar Masalah dan Cara Mendidik yang Lebih Efektif
Meskipun kini berstatus sebagai kakak, bukan berarti anak harus selalu mengalah atau bersikap dewasa.
Biarkan ia tetap bermain, bermanja, dan mencari perhatian sesuai usianya. Mengharapkan anak menjadi "dewasa" secara tiba-tiba justru bisa menambah tekanan emosional.
8. Ajak Kakak Merayakan Momen Bersama Adik
Libatkan kakak saat memotret perkembangan adik, merayakan ulang tahun, atau memilih hadiah untuk adik. Cara ini membantu membangun rasa memiliki dan mempererat hubungan antara kakak dan adik sejak dini.
Ketika kakak merasa menjadi bagian dari setiap momen penting, ia akan lebih mudah menerima kehadiran adiknya.
9. Minta Bantuan Keluarga dengan Bijak
Jika orang tua sedang fokus merawat bayi, mintalah pasangan, kakek, nenek, atau anggota keluarga lain untuk menemani kakak bermain atau belajar.
Dengan begitu, kebutuhan emosional kakak tetap terpenuhi meskipun perhatian orang tua sedang terbagi.
10. Sering Ungkapkan Rasa Sayang
Jangan ragu memeluk, mencium, dan mengatakan, "Ayah dan Ibu sayang Kakak," atau "Kakak akan selalu menjadi anak yang spesial bagi kami."
Ungkapan sederhana seperti ini memiliki dampak besar dalam membangun rasa aman dan membantu anak memahami bahwa kasih sayang orang tua tidak berkurang meski kini ada adik di rumah.
Baca Juga: Mom, Ini Rahasia Mendidik Anak Pertama agar Jadi Kakak Panutan yang Disayang Adik
Kehadiran Adik Bukan Berarti Kasih Sayang Berkurang
Memiliki adik adalah awal dari perjalanan baru bagi seluruh anggota keluarga, termasuk bagi sang kakak. Proses penyesuaian memang membutuhkan waktu, tetapi dengan perhatian, komunikasi yang hangat, dan keterlibatan yang positif, kakak dapat belajar menerima peran barunya tanpa merasa kehilangan tempat di hati orang tua.
Pada akhirnya, yang paling dibutuhkan anak bukanlah perhatian yang sama persis, melainkan keyakinan bahwa ia tetap dicintai, dihargai, dan menjadi bagian yang tak tergantikan dalam keluarganya. Dengan dukungan tersebut, hubungan kakak dan adik pun berpeluang tumbuh menjadi ikatan yang erat dan penuh kasih hingga mereka dewasa. (*)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah