Benarkah Gen Z Suka Makanan dan Minuman Manis-Asam karena Bisa Menaikkan Mood? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Farhan Reza Ardiansyah • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 18:43 WIB
Ilustrasi makanan manis dan asam
Ilustrasi makanan manis dan asam

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -Tren makanan dan minuman dengan perpaduan rasa manis dan asam semakin digemari oleh Generasi Z. Mulai dari es teh buah, yogurt drink, boba dengan topping buah, permen asam, hingga dessert berbahan mangga atau stroberi, kombinasi rasa ini kerap menghiasi media sosial dan menjadi pilihan saat sedang merasa lelah atau stres.

Tak sedikit yang percaya bahwa mengonsumsi makanan atau minuman dengan cita rasa manis dan asam dapat membantu memperbaiki suasana hati atau mood. Namun, apakah anggapan tersebut benar menurut ilmu pengetahuan?

Baca Juga: 11 Makanan dan Jajanan Paling Viral 2026 yang Wajib Kamu Mukbang Hari Ini

Mengapa Gen Z Menyukai Rasa Manis dan Asam?

Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang gemar mencoba pengalaman kuliner baru. Mereka tidak hanya mencari makanan yang enak, tetapi juga yang menarik secara visual dan cocok dibagikan di media sosial.

Perpaduan rasa manis dan asam memberikan sensasi yang unik. Rasa manis memberikan kesan nyaman dan memuaskan, sementara rasa asam menghadirkan sensasi segar yang membuat makanan terasa lebih "hidup". Kombinasi ini menciptakan pengalaman makan yang lebih menyenangkan dibandingkan rasa yang cenderung datar.

Selain itu, banyak minuman kekinian memadukan buah-buahan segar dengan gula atau sirup sehingga menghasilkan rasa yang seimbang dan mudah diterima oleh lidah anak muda.

Apakah Makanan Manis Benar-Benar Bisa Meningkatkan Mood?

Secara ilmiah, jawabannya adalah ya, tetapi hanya sementara.

Saat seseorang mengonsumsi makanan yang mengandung gula, kadar glukosa dalam darah akan meningkat. Tubuh kemudian melepaskan insulin untuk membantu memasukkan glukosa ke dalam sel sebagai sumber energi.

Baca Juga: Mitos atau Fakta? Konsumsi Makanan Manis Berlebih Menyebabkan Anak Menjadi Hiperaktif

Peningkatan kadar gula darah ini dapat merangsang otak menghasilkan zat kimia seperti dopamin, yaitu neurotransmiter yang berhubungan dengan rasa senang, penghargaan, dan motivasi. Inilah alasan mengapa setelah makan makanan manis, seseorang sering merasa lebih bahagia atau lebih berenergi.

Namun, efek tersebut biasanya tidak berlangsung lama. Setelah kadar gula darah turun kembali, sebagian orang justru dapat merasa lebih lelah, mengantuk, atau bahkan suasana hatinya kembali menurun. Fenomena ini sering disebut sebagai sugar crash.

Bagaimana dengan Rasa Asam?

Berbeda dengan rasa manis, rasa asam tidak secara langsung meningkatkan hormon kebahagiaan. Meski begitu, makanan atau minuman asam dapat memberikan sensasi menyegarkan yang membuat tubuh terasa lebih segar dan meningkatkan kewaspadaan.

Buah-buahan seperti jeruk, lemon, kiwi, nanas, dan stroberi yang memiliki rasa asam juga kaya akan vitamin C dan antioksidan. Nutrisi tersebut membantu menjaga kesehatan tubuh dan mengurangi stres oksidatif, yang secara tidak langsung berkontribusi terhadap kesehatan mental.

Sensasi segar dari makanan asam juga mampu merangsang produksi air liur sehingga memberikan pengalaman makan yang lebih menyenangkan.

Kombinasi Manis dan Asam Jadi Favorit

Banyak ahli gizi menilai bahwa kombinasi rasa manis dan asam mampu memberikan kepuasan sensorik yang lebih tinggi dibandingkan hanya satu rasa saja.

Baca Juga: Waspada! Ini Daftar Makanan yang Sebaiknya Dihindari Penderita Diabetes

Rasa manis memberikan kenyamanan, sedangkan rasa asam menghadirkan sensasi segar dan sedikit "kejutan" di lidah. Perpaduan keduanya membuat makanan terasa lebih kompleks sehingga otak menerima pengalaman yang lebih menarik.

Tak heran jika minuman berbahan dasar teh buah, yogurt, soda buah, hingga dessert mangga atau stroberi menjadi favorit di kalangan Gen Z.

Jangan Berlebihan Mengonsumsi Gula

Meski makanan manis dapat meningkatkan suasana hati dalam waktu singkat, para ahli mengingatkan agar konsumsi gula tetap dibatasi.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, kerusakan gigi, hingga gangguan metabolisme. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi kesehatan mental apabila disertai pola makan yang buruk.

Karena itu, memilih sumber rasa manis alami dari buah-buahan merupakan pilihan yang lebih sehat dibandingkan minuman dengan tambahan gula berlebih.

Baca Juga: 5 Makanan Lezat Ini Ternyata 'Bom' Kolesterol Jahat atau LDL

Cara Sehat Meningkatkan Mood

Selain menikmati makanan favorit, ada berbagai cara yang lebih efektif dan tahan lama untuk menjaga suasana hati, di antaranya:

Dengan menerapkan gaya hidup sehat, peningkatan mood tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga membantu menjaga kesehatan fisik dan mental dalam jangka panjang.

Baca Juga: Waspada Gula Darah Tinggi: Ini Cara Mudah Kenali Gejala Dini yang Sering Terabaikan

Kesimpulan

Anggapan bahwa makanan dan minuman manis serta asam dapat meningkatkan mood memang memiliki dasar ilmiah. Rasa manis dapat memicu pelepasan dopamin sehingga memberikan perasaan senang untuk sementara waktu, sedangkan rasa asam memberikan sensasi segar yang membuat seseorang merasa lebih berenergi.

Meski demikian, efek tersebut bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi stres atau suasana hati yang buruk. Konsumsi makanan manis tetap perlu dibatasi agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Menjadikan pola makan bergizi, olahraga, dan istirahat yang cukup sebagai kebiasaan sehari-hari tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga mood tetap stabil. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
manis makanan bergizi asam Makanan Gen Z