Kebiasaan Kecil Menjelang Tidur yang Membantu Perkembangan Otak Anak, Ternyata Bukan Sekadar Membacakan Dongeng

Hakam Alghivari • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 19:42 WIB

 

Ilustrasi orang tua dan anak menjelang tidur. (MAGNIFIC)
Ilustrasi orang tua dan anak menjelang tidur. (MAGNIFIC)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Menjelang malam, suasana rumah biasanya mulai melambat. Mainan kembali dirapikan, lampu kamar diredupkan, dan sebagian orang tua mulai mengajak anak bersiap tidur. Di tengah rutinitas yang tampak sederhana itu, ada momen yang kerap dianggap sepele, padahal justru menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan otak anak.

Kebanyakan orang tua mengira kecerdasan anak terutama dibentuk oleh sekolah, les, atau mainan edukatif. Padahal, para ilmuwan menemukan bahwa kebiasaan yang dilakukan beberapa puluh menit sebelum tidur juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kognitif, kemampuan berbahasa, hingga kesehatan emosional anak.

Baca Juga: Menurut Psikologi, Penyesalan Masa Lalu Ternyata Cara Otak Membohongi Diri Sendiri!

Tidur bukan sekadar waktu untuk mengistirahatkan tubuh. Saat anak terlelap, otak tetap bekerja. Berbagai informasi yang diperoleh sepanjang hari diproses, disusun, dan disimpan menjadi memori jangka panjang. Pada saat yang sama, koneksi antarsel saraf diperkuat, sementara hormon pertumbuhan dilepaskan untuk mendukung perkembangan fisik dan otak. Karena itu, kualitas waktu sebelum tidur menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses tersebut.

Sejumlah penelitian bahkan menunjukkan bahwa rutinitas malam yang dilakukan secara konsisten memberikan manfaat yang jauh melampaui tidur nyenyak. Anak cenderung lebih mudah mengelola emosi, memiliki perilaku yang lebih positif, hingga menunjukkan perkembangan bahasa yang lebih baik dibandingkan mereka yang tidak memiliki rutinitas sebelum tidur.

Baca Juga: 7 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan Orang Tua kepada Anak, Bisa Berdampak pada Kepercayaan Diri

Membacakan Buku, Aktivitas Sederhana yang Merangsang Otak

Di antara berbagai kebiasaan sebelum tidur, membacakan buku menjadi salah satu yang paling banyak direkomendasikan oleh para ahli perkembangan anak.

Saat orang tua membacakan cerita, anak sebenarnya tidak hanya mendengarkan alur kisah. Otaknya sedang bekerja mengenali kosakata baru, memahami emosi tokoh, membangun imajinasi, sekaligus mempelajari cara menyusun kalimat.

Interaksi sederhana seperti menunjuk gambar, mengajukan pertanyaan, atau meminta anak menebak kelanjutan cerita juga membantu memperkuat kemampuan berpikir kritis sejak usia dini.

Dalam tinjauan ilmiah yang diterbitkan di Sleep Medicine Reviews, peneliti Jodi A. Mindell dan Ariel Williamson menjelaskan bahwa membaca buku sebagai bagian dari rutinitas malam berkaitan dengan perkembangan literasi, kemampuan bahasa, serta mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak. Rutinitas ini menjadi bentuk stimulasi dini yang konsisten tanpa harus menggunakan perangkat digital.

Kehadiran Orang Tua Sama Pentingnya dengan Lama Tidur

Bagi sebagian keluarga, waktu sebelum tidur merupakan satu-satunya kesempatan untuk benar-benar bersama setelah seharian beraktivitas.

Psikolog menyebut interaksi hangat ini sebagai responsive parenting, yakni ketika orang tua hadir, mendengarkan, merespons pertanyaan anak, serta memberikan rasa aman melalui komunikasi yang penuh perhatian.

Rasa aman tersebut membantu menurunkan tingkat stres anak. Ketika tubuh lebih rileks, proses tidur berlangsung lebih cepat dan berkualitas, sehingga otak memiliki kesempatan optimal untuk melakukan konsolidasi memori, yaitu proses mengubah pengalaman yang baru dipelajari menjadi ingatan jangka panjang.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Mainan yang Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Konsisten Lebih Penting daripada Rumit

Tidak sedikit orang tua merasa harus memiliki ritual yang panjang agar bermanfaat bagi anak. Padahal, penelitian justru menunjukkan bahwa konsistensi jauh lebih penting dibandingkan banyaknya aktivitas.

Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 10.000 anak dari berbagai negara menemukan bahwa rutinitas tidur yang dilakukan secara teratur berkaitan dengan waktu tidur yang lebih cepat, durasi tidur yang lebih panjang, lebih sedikit terbangun pada malam hari, serta berkurangnya masalah perilaku pada siang hari. Menariknya, manfaat tersebut meningkat seiring semakin konsistennya rutinitas dilakukan. 

Artinya, rutinitas sederhana yang dilakukan setiap malam lebih bermanfaat daripada kegiatan yang sesekali dilakukan tetapi tidak berkelanjutan.

Jauhkan Gawai Menjelang Waktu Tidur

Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah mengurangi paparan layar sebelum anak tidur.

Cahaya biru dari ponsel, tablet, maupun televisi dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit tertidur, durasi tidurnya berkurang, dan kualitas istirahatnya menurun.

Karena itu, American Academy of Pediatrics (AAP) menganjurkan rutinitas malam yang sederhana melalui konsep Brush, Book, Bed: menyikat gigi, membaca buku bersama, lalu tidur pada jam yang sama setiap malam. Selain membantu menjaga kesehatan gigi, pola ini juga menciptakan sinyal yang konsisten bagi otak bahwa waktu istirahat telah tiba. 

Baca Juga: Obat dan Vitamin yang Harus Kamu siapkan Sebelum Beternak Ayam Kampung

Investasi yang Tidak Memerlukan Biaya Mahal

Perkembangan otak anak tidak selalu membutuhkan alat permainan yang canggih atau kelas tambahan yang mahal. Justru, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan berulang setiap malam dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi kemampuan belajar, regulasi emosi, dan hubungan anak dengan orang tuanya.

Meluangkan waktu sekitar 20 hingga 30 menit sebelum tidur untuk berbincang, membacakan cerita, memeluk anak, lalu mematikan lampu pada jam yang sama mungkin tampak biasa. Namun, di balik rutinitas kecil itu, otak anak sedang membangun fondasi yang akan mendukung cara mereka belajar, berpikir, dan menghadapi kehidupan pada tahun-tahun berikutnya. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
perkembangan otak kecerdasan kebiasaan anak sebelum tidur