Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Orang yang Sulit Marah Biasanya Menyimpan Ledakan Emosi Seperti Ini

Hakam Alghivari • Senin, 8 Juni 2026 | 16:30 WIB
Ilustrasi perempuan menahan amarah. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi perempuan menahan amarah. (AI/HAKAM ALGHIVARI/RADAR BOJONEGORO)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Banyak orang mengira seseorang yang jarang marah berarti memiliki kepribadian yang sangat sabar dan tenang. Mereka terlihat santai, tidak suka memperbesar masalah, dan sering memilih diam dibanding terlibat konflik. Namun dalam psikologi, orang yang terlalu lama menahan emosi juga bisa menyimpan tekanan mental yang tidak terlihat dari luar.

Menariknya, sebagian orang yang sulit marah sebenarnya bukan tidak memiliki emosi negatif. Mereka hanya terbiasa menekan, menyimpan, atau mengendalikan emosinya terlalu lama demi menjaga hubungan sosial tetap aman dan nyaman.

Baca Juga: Kenapa Orang yang Terlalu Baik Justru Sering Diremehkan? Ini Penjelasan Psikologinya

Akibatnya, emosi yang terus dipendam tersebut perlahan menumpuk menjadi kelelahan mental, rasa kecewa tersembunyi, hingga ledakan emosi yang muncul secara tiba-tiba ketika batas kesabarannya benar-benar habis.

Psikologi menjelaskan bahwa orang yang terlalu jarang meluapkan kemarahan sering memiliki pola emosional tertentu seperti berikut ini.

1. Terbiasa Memendam Rasa Kecewa Sendiri

Orang yang sulit marah biasanya lebih sering menyimpan rasa kecewanya dibanding mengungkapkannya secara langsung.

Mereka memilih diam meski sebenarnya terluka, terganggu, atau tidak nyaman terhadap perlakuan tertentu.

Awalnya terlihat seperti bentuk kedewasaan. Namun jika dilakukan terus-menerus, emosi tersebut tidak benar-benar hilang. Semuanya hanya tertahan dan menumpuk di dalam diri.

Baca Juga: Kesalahan yang Membuat Rumah Baru Terasa Panas Meski Sudah Pakai AC

Dalam psikologi, emosi yang ditekan terlalu lama sering tetap muncul dalam bentuk lain seperti stres, kelelahan emosional, atau perubahan sikap secara perlahan.

2. Takut Konflik dan Tidak Ingin Merusak Hubungan

Sebagian orang sangat menghindari pertengkaran karena takut hubungan menjadi renggang atau suasana berubah canggung.

Karena itu, mereka lebih memilih menahan amarah dibanding harus menghadapi konfrontasi langsung.

Mereka terbiasa berkata “sudah lah” atau “gapapa” meski sebenarnya ada banyak emosi yang belum selesai di dalam pikirannya.

Akibatnya, kemarahan tidak pernah benar-benar terselesaikan, hanya tertunda.

3. Terlihat Tenang di Luar, Tetapi Sangat Lelah di Dalam

Ini yang sering tidak disadari orang lain.

Seseorang yang jarang marah sering terlihat paling sabar dalam lingkungan sosial. Padahal di dalam dirinya, mereka bisa mengalami kelelahan emosional yang cukup berat karena terus menerus menahan respons.

Baca Juga: Kesalahan yang Membuat Rumah Baru Terasa Panas Meski Sudah Pakai AC

Psikologi menyebut kondisi ini sebagai bentuk emotional suppression, yaitu kebiasaan menekan emosi agar tidak terlihat oleh lingkungan sekitar.

Masalahnya, menahan emosi terus-menerus membutuhkan energi mental yang besar.

4. Ledakan Emosinya Biasanya Datang Sekaligus

Karena terlalu lama dipendam, kemarahan pada tipe orang seperti ini sering tidak keluar sedikit demi sedikit.

Sebaliknya, emosi tersebut muncul sekaligus ketika dirinya sudah benar-benar lelah atau merasa tidak sanggup menahan lagi.

Akibatnya, orang lain sering terkejut karena sosok yang biasanya tenang tiba-tiba berubah sangat emosional.

Dalam psikologi, kondisi ini cukup umum terjadi pada individu yang terlalu lama menekan rasa kecewa tanpa pernah benar-benar menyalurkannya secara sehat.

5. Terlalu Berusaha Memahami Orang Lain

Orang yang sulit marah biasanya juga terlalu sering mencoba memahami alasan di balik perilaku orang lain.

Mereka memaklumi kesalahan, menoleransi sikap buruk, dan mencoba melihat situasi dari sudut pandang orang lain meski dirinya sendiri terluka.

Empati memang baik, tetapi jika dilakukan tanpa batas, seseorang bisa terus mengabaikan emosinya sendiri demi menjaga kenyamanan orang lain.

Baca Juga: Orang yang Sering Bilang Gapapa Padahal Jelas Kecewa Biasanya Memiliki Pola Emosi Ini

6. Sulit Mengungkapkan Apa yang Sebenarnya Dirasakan

Sebagian orang sebenarnya ingin marah atau mengungkapkan rasa kecewa, tetapi tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya dengan nyaman.

Mereka takut terdengar kasar, takut dianggap berubah, atau takut membuat orang lain menjauh.

Karena itu, mereka memilih diam sampai emosinya terlalu penuh untuk ditahan.

7. Ketika Sudah Lelah, Mereka Bisa Mendadak Menjauh

Tidak semua ledakan emosi muncul dalam bentuk amarah besar.

Pada sebagian orang, emosi yang terlalu lama dipendam justru berubah menjadi sikap dingin, menarik diri, atau tiba-tiba menjauh dari hubungan sosial tertentu.

Mereka memilih pergi secara emosional karena merasa terlalu lelah terus memendam perasaan sendiri.

Dalam psikologi hubungan, kondisi ini sering muncul ketika seseorang terlalu lama mengabaikan kebutuhan emosinya demi mempertahankan hubungan yang terasa melelahkan.

Pada akhirnya, orang yang sulit marah bukan berarti tidak memiliki emosi negatif. Dalam banyak kasus, mereka justru terlalu sering memendam rasa kecewa, menahan konflik, dan berusaha tetap tenang demi orang lain. Karena itu, belajar mengungkapkan emosi secara sehat juga penting agar tekanan yang tersimpan tidak berubah menjadi ledakan emosional di kemudian hari. (kam/bgs) 

Editor : Hakam Alghivari
#ledakan emosi #psikologi #sulit #marah #orang