RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memancing selama ini memang identik dengan laki-laki. Juga kegiatan yang bersinggungan dengan panas dan kotor. Namun, mulai bergeser sebagai kegiatan yang bisa dinikmati perempuan.
Memancing menjadi cara perempuan masa kini untuk melepaskan penat dan mencari ketenangan. Hanya berbekal joran, kail, umpan, dan kursi lipat. Ditemani suara gemericik air dan kicau burung menambah syahdu suasana. Seperti yang dilakukan Kiki dan Lady di salah satu kolam pancing di Kecamatan Kapas.
Tangan keduanya cekatan memasang umpan cacing tanpa takut kotor dan jijik. Juga tak geli menangkap ikan.
Kiki mengatakan, sudah tiga kali ini memancing untuk mengisi waktu luang. Di tengah kesibukan sebagai frontliner produk anak-anak. Kiki merasakan ketenangan dan kebahagiaan ketika memancing. Tanpa takut panas terkena sinar matahari dan kotor lumpur, hingga amis ikan.
Kiki menyukai memancing karena sang ayah yang juga hobi memancing. Perempuan asal kecamatan Baureno tersebut bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk memancing. Ikan hasil mancing bukan satu-satunya tujuan.
Namun suasana tenang ketika menunggu kail disambar ikan menjadi momen ingin didapat. ‘’Ketika memancing lupa beban hidup,” ungkapnya disela-sela melepas ikan dari kail.
Sementara itu, Lady mengatakan hobi memancing bisa dilakukan tanpa mengeluarkan banyak biaya. Cukup joran harga Rp 20 ribu hingga Rp 40 ribu, umpan cacing, dan kursi lipat. ‘’Tidak perlu peralatan yang mahal,” terangnya.
Terkait stigma memancing identik dengan laki-laki, Lady menilai memancing bisa dinikmati semua orang. Baik laki-laki atau perempuan, juga anak kecil maupun dewasa.(irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana