Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketahui Ritual Sederhana Bareng Pasangan yang Bisa Turunkan Darah Tinggi dan Usir Stres Instan

Bhagas Dani Purwoko • Selasa, 26 Mei 2026 | 14:13 WIB
PELUKAN: Berpelukan dengan pasangan bisa meringankan beban stres.
PELUKAN: Berpelukan dengan pasangan bisa meringankan beban stres.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Di tengah tuntutan budaya modern yang serba terburu-buru dan kompetitif, banyak orang terjebak dalam pengeluaran energi konstan yang melelahkan fisik maupun mental.

Namun, dilansir dari Psychology Today, sains terbaru membongkar fakta medis bahwa ketenangan dan interaksi fisik sederhana, seperti berpelukan secara rutin dengan pasangan atau keluarga, bukan sekadar pemanis hubungan, melainkan sebuah kebutuhan biologis krusial.

Ritual sederhana ini terbukti secara klinis mampu menurunkan tekanan darah, memperlambat detak jantung, mengusir kecemasan, hingga mempercepat penyembuhan dan pertumbuhan sel-sel tubuh akibat paparan stres harian.

Dalam bukunya yang monumental, The Oxytocin Factor, peneliti Kristin Ulvnas-Möberg berpendapat bahwa manusia sangat mudah kehilangan keseimbangan jika hanya menekankan sistem fight or flight (lawan atau lari) melalui aktivitas tanpa henti.

Baca Juga: Menangis Sepuasnya Ternyata Punya Efek Detoks Racun dan Jadi Obat Stres Paling Ampuh

Kita akan menjadi tidak sehat jika tidak meluangkan waktu untuk memulihkan diri. Faktanya, istirahat dan ketenangan yang dalam membantu tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri secara alami melalui pelepasan hormon oksitosin.

Sebuah studi klinis dari American Psychological Association (APA) turut mengonfirmasi bahwa stimulasi taktil seperti pelukan hangat mengaktifkan reseptor saraf yang langsung mengirimkan sinyal relaksasi ke otak, sekaligus menekan produksi hormon kortisol (pemicu stres) dalam tubuh.

Oksitosin: Nutrisi dan Pertumbuhan Tubuh

Oksitosin kerap dijuluki sebagai hormon "pelukan" karena ia dilepaskan secara masif ketika seseorang disentuh dengan penuh kasih sayang.

Sentuhan fisik langsung adalah pemicu oksitosin yang paling kuat. Kendati demikian, hormon ini juga bisa diaktifkan hanya melalui kenangan manis tentang momen tersebut.

Secara fisiologis, efek yang dihasilkan oleh aliran oksitosin di dalam darah sangat luar biasa bagi kesehatan internal kita:

Terhadap suasana hati, Ulvnas-Möberg (2003, hlm. 6) menyatakan bahwa efek nyata dari oksitosin adalah memunculkan perasaan berupa "penerimaan, kedekatan, keterbukaan terhadap hubungan, dan pemberian pengasuhan serta nutrisi."

Baca Juga: Panduan Merawat Ikan Cupang agar Bebas Stres: Rahasia Warna Cerah dan Umur Panjang

Dalam kadar yang teratur, hormon ini meningkatkan memori sosial, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, dan rasa percaya. Sementara dalam kadar yang tinggi, oksitosin akan membantu tubuh mendapatkan tidur yang berkualitas.

Mengenal 'Zona Berpelukan' untuk Mengusir Kekhawatiran

Pemicu utama dari ledakan hormon ini adalah sentuhan. Sama seperti mamalia lain yang senang dielus, manusia membutuhkan kontak fisik yang menenangkan. Salah satu metode yang bisa diterapkan di rumah adalah membuat ritual "zona berpelukan" harian bersama pasangan.

Aktivitas meringkuk di sofa, menempelkan dahi ke dahi, sembari mengatur napas dalam-dalam secara bersama-sama akan membawa sistem saraf masuk ke mode ketenangan mendalam yang seketika mengusir segala kekhawatiran.

Pada tingkat seluler, pelepasan oksitosin saat berpelukan langsung bekerja memperbaiki jaringan tubuh yang tegang.

Uniknya, waktu terbaik untuk menerima pelukan ini bisa disesuaikan dengan jam biologis (kronotipe) masing-masing individu:

Kaitan Erat Antara Pelukan dan Nilai Moralitas

Apakah kebiasaan berpelukan ada hubungannya dengan pembentukan moral seseorang? Jawabannya adalah sangat erat.

Ketika oksitosin aktif secara konsisten dalam sistem tubuh, manusia akan tumbuh menjadi individu yang jauh lebih tenang, penyayang, dan mudah percaya pada orang lain.

Dalam keadaan emosi yang stabil tersebut, kita akan lebih mudah bergaul, lebih cenderung terbuka, serta tulus berbuat baik kepada sesama.

Secara antropologis, gaya hidup leluhur kita terdahulu (yang hidup dalam kelompok kecil pencari makan) melibatkan banyak sekali waktu luang yang dihabiskan hanya untuk bersantai bersama dan melakukan interaksi fisik yang hangat.

Baca Juga: Apakah Berkebun Benar-Benar Bisa Meredakan Stres dan Depresi?

Berdasarkan dokumentasi ilmiah dalam karya Douglas Fry, komunitas yang mempertahankan gaya hidup komunal yang kaya sentuhan emosional ini dikenal sangat jarang melakukan tindakan kekerasan.

Oleh karena itu, mulailah meluangkan waktu untuk mengecilkan suhu ruangan, mematikan gawai sejenak, dan berpelukanlah dengan orang-orang tersayang, anggota keluarga, atau bahkan hewan peliharaan Anda.

Membiarkan oksitosin mengalir bebas di dalam tubuh adalah cara paling ilmiah sekaligus murah untuk meredakan kecemasan hidup dan menumbuhkan kedamaian yang kita harapkan. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#hidup #oksitosin #pelukan #Pasangan #streamer