Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Heboh Video Penampakan Setan Sundel Bolong di Sumberrejo Bojonegoro, Benarkah?

Bhagas Dani Purwoko • Kamis, 14 Mei 2026 | 17:05 WIB
PENAMPAKAN: Tangkapan layar dari video penampakan setan sundel bolong yang diduga berlokasi di Sumberrejo, Bojonegoro.
PENAMPAKAN: Tangkapan layar dari video penampakan setan sundel bolong yang diduga berlokasi di Sumberrejo, Bojonegoro.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Warga kembali dihebohkan dengan beredarnya video penampakan setan Sundel Bolong yang diklaim berlokasi di Jalan Raya Poros Utama Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro sekitar bulan lalu. 

Tidak hanya sekadar video resolusi rendah, klaim ini "diperkuat" dengan temuan aneh dari Google Street View yang memburamkan bagian atas sebuah pohon di lokasi tersebut.

Namun, investigasi menggunakan teknik penelusuran digital (Open Source Intelligence/OSINT) membuktikan bahwa video itu hanyalah hoaks yang didaur ulang dari tahun 2025.

Baca Juga: Belum Move On, Gadis ini Coba Bergaya Ala 'Ibu' di Pengabdi Setan

Selain itu, fenomena pohon yang diblur murni karena kebingungan algoritma kecerdasan buatan (AI) Google, bukan karena deteksi entitas gaib.

Berikut adalah bedah tuntas bagaimana sains dan teknologi mematahkan klaim mistis yang viral di grup-grup obrolan keluarga ini.

Misteri Pohon Google Street View

Pernahkah Anda mendapat kiriman video hantu dari teman yang ngotot berkata, "Sumpah ini real, temanku yang rekam sendiri"? Hal serupa mengawali kehebohan di Bojonegoro ini.

Seorang pengirim dengan super serius membagikan video penampakan setan Sundel Bolong di samping gudang terbengkalai di Sumberrejo.

Untuk meyakinkan, ia melampirkan tangkapan layar Google Street View pada siang bolong yang menunjukkan bagian dahan pohon diblur.

Asumsi liarnya: AI milik Google berhasil mendeteksi dan menyensor wajah hantu yang sedang bersarang di pohon tersebut.

Cek Fakta: Jurus OSINT Membongkar Hoaks Daur Ulang

Sebagai pengguna internet yang tidak mudah percaya, penelusuran fakta dilakukan dengan memanfaatkan pencarian gambar terbalik (reverse image search). Menggunakan screenshot frame yang paling jelas dari video "burik" tersebut, gambar dimasukkan ke dalam mesin pencari Google Lens.

Hasilnya mengejutkan! Video yang diklaim eksklusif dari "temannya teman" di Bojonegoro itu ternyata barang lama. Video identik sudah pernah viral dan menyebar di kawasan Kalimantan dan Sulawesi pada sekitar bulan Mei 2025. Dengan temuan jejak digital ini, klaim lokasi penampakan di Sumberrejo, Bojonegoro, otomatis gugur dan terkonfirmasi sebagai 100% hoaks.

Mengapa Google Memblur Pohon?

Lalu, bagaimana dengan sensor di aplikasi Google? Sistem privasi Google Street View dirancang untuk bekerja otomatis memburamkan (blur) wajah manusia dan pelat nomor kendaraan demi privasi. Namun, AI mereka belumlah sempurna.

Pola daun yang rumit, corak jamur di batang pohon, atau bayangan ranting acap kali salah dibaca sebagai wajah manusia oleh sistem algoritma.

Kasus pohon atau benda mati lain yang mendadak disensor ini sangat umum terjadi di seluruh dunia. Jadi, AI Google tersebut murni sedang "bingung", bukan karena ada hantu yang tertangkap kamera siang bolong.

Paradoks Visual dan Fenomena Pareidolia

Sadar atau tidak, ada satu paradoks lucu tentang hal mistis: kenapa video penampakan hantu selalu berkualitas buruk, pecah-pecah (pikselasi), dan goyang? Alasannya sederhana. Jika sebuah video penampakan beresolusi 4K, stabil, dan tajam, otak kita akan otomatis menyimpulkan bahwa itu adalah CGI (efek komputer) atau proses syuting film layar lebar.

Baca Juga: Review Film Ghost in the Cell: Hantu Artsy Penjagal Koruptor!

Justru di sinilah sains bermain. Dalam psikologi, ada fenomena yang disebut Pareidolia. Otak manusia secara evolusi dirancang untuk selalu mengenali pola, terutama wajah, sebagai insting bertahan hidup.

Ketika kita melihat video gelap dan burik, informasi visual yang diterima mata sangat minim. Akibatnya, otak memaksa mengisi kekosongan informasi tersebut dengan ketakutan kita sendiri. Bayangan tiang listrik bisa disulap otak menjadi kuntilanak, dan daun pisang menjadi pocong.

Fakta ini didukung oleh kajian ilmiah terkait neuropsikologi dari National Institutes of Health (NIH), yang menyebutkan bahwa pengenalan wajah pada benda mati (pareidolia) sangat dipengaruhi oleh kondisi antisipasi dan ekspektasi psikologis seseorang.

Profesor astronomi dan komunikator sains legendaris, Carl Sagan, juga pernah mengupas hal ini dalam bukunya The Demon-Haunted World. Ia menjelaskan:

"Mekanisme otak kita memang rentan tertipu oleh pola acak ketika kita berada dalam kondisi waspada atau takut."

Jadilah Netizen Cerdas!

Memang, upaya debunking atau membongkar kepalsuan video hantu sering kali terasa sia-sia di tengah masyarakat yang kepercayaan mistisnya sudah sangat mengakar. Terkadang, meski sudah dibuktikan palsu, orang masih akan berkilah, "Ya, tapi kan di tempat itu memang angker."

Namun, di era di mana kamera ponsel genggam sudah sangat canggih, mari kita ubah cara pandang. Jika ada yang mengirim video "penampakan" dengan resolusi 144p, curigailah bahwa itu bukan hantu sungguhan. Itu hanyalah file video usang yang sudah rusak kualitasnya karena dikompres dan disebar berulang kali dari satu grup WhatsApp ke grup lainnya. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#sundel bolong #osint #google street view #penampakan #setan