RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bagi sebagian orang, kopi bukan sekadar minuman, melainkan "tombol start" untuk otak. Namun, saat pola makan berubah total selama berpuasa, ritual ngopi yang biasanya nikmat bisa berubah jadi drama asam lambung atau jantung berdebar jika salah strategi.
Tenang, kamu tidak harus breakup dengan kopi kesayanganmu. Dengan sedikit trik "negosiasi" jadwal dan pilihan menu, kamu tetap bisa menikmati senja dan malammu dengan aroma kafein yang menenangkan.
Jangan "Menembak" Perut Kosong
Kesalahan paling umum adalah menjadikan kopi sebagai menu pertama saat berbuka. Bayangkan lambungmu yang sudah beristirahat selama 13 jam tiba-tiba dihantam kafein yang bersifat asam. Hasilnya? Efek "kaget" yang memicu mual atau perih.
Aturan mainnya sederhana: Isi dulu, baru seduh. Berikan dasar pada perutmu dengan air putih, kurma, atau makanan ringan. Biarkan sistem pencernaan "pemanasan" dulu selama 1 hingga 2 jam setelah makan besar, baru kemudian silakan nikmati cangkir pertamamu.
Cold Brew: Sahabat Baru Lambungmu
Jika biasanya kamu penggemar kopi panas yang pekat, mungkin ini saatnya beralih ke Cold Brew. Karena diekstrak dengan air dingin dalam waktu lama, tingkat keasaman kopi jenis ini jauh lebih rendah dibandingkan kopi yang diseduh air panas.
Rasanya pun cenderung lebih manis secara alami dan ringan di perut, sehingga risiko kembung atau heartburn bisa diminimalisir.
Strategi Kafein di Waktu Sahur
Ngopi saat sahur itu ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi bikin mata melek, di sisi lain kafein bersifat diuretik alias bikin kamu lebih sering buang air kecil.
Jika kamu ngopi berlebihan saat sahur, cadangan cairan tubuhmu justru akan lebih cepat terbuang lewat urine, dan kamu bakal merasa lebih haus di siang hari.
Tipsnya: Cukup satu cangkir kecil saja di akhir waktu sahur, dan pastikan diimbangi dengan asupan air mineral yang dua kali lipat lebih banyak.
Manis Secukupnya, Sehat Selamanya
Ramadan seringkali identik dengan yang manis-manis, tapi hati-hati mencampurkan banyak gula atau krimer kental manis ke dalam kopimu.
Lonjakan gula yang drastis bisa membuatmu merasa "lemas mendadak" (sugar crash) beberapa jam setelahnya.
Coba beralih ke susu almond, susu kedelai, atau sedikit kayu manis untuk menambah aroma tanpa merusak keseimbangan energi tubuhmu.
Kenali Batas "Cukup"
Ingat, tujuan ngopi di bulan puasa adalah untuk menjaga fokus dan mood, bukan untuk begadang sampai subuh.
Batasi asupan maksimal dua cangkir dalam rentang waktu berbuka hingga sahur agar kualitas tidurmu tidak terganggu.
Bagaimanapun, tidur yang cukup adalah kunci utama agar tubuh tetap bugar saat menjalankan ibadah puasa keesokan harinya. (*)
Editor : Bhagas Dani Purwoko