Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ketertarikan pada Pasangan yang Lebih Tua Bisa Mengungkap Pola Kepribadian, Menurut Psikologi

Hakam Alghivari • Kamis, 15 Januari 2026 | 23:00 WIB

 

Ilustrasi pasangan sejoli beda usia jauh.
Ilustrasi pasangan sejoli beda usia jauh.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dalam kehidupan percintaan, tidak semua orang memiliki preferensi yang sama. Ada yang nyaman dengan pasangan sebaya, ada pula yang merasa tertarik pada sosok yang usianya lebih tua.

Preferensi ini sering kali dipandang sebagai pilihan selera semata. Namun dalam psikologi kepribadian, ketertarikan terhadap pasangan yang lebih tua justru bisa mencerminkan pola emosional dan pengalaman hidup yang lebih dalam.

Bukan soal benar atau salah, tetapi pemahaman terhadap apa yang membuat seseorang merasa nyaman dengan pasangan yang lebih tua dapat membantu kita menyusun relasi yang lebih sehat.

Psikologi melihat ketertarikan ini bukan sebagai anomali, tetapi sebagai bagian dari cara orang mencari keamanan, pengalaman, dan kestabilan emosional dalam hubungan.

1. Mencari Kematangan Emosional dan Rasa Aman

Salah satu alasan umum orang tertarik pada pasangan yang lebih dewasa adalah adanya kebutuhan akan kematangan emosional dan rasa aman yang kuat. Kehidupan modern sering kali penuh dengan dinamika emosional yang tidak stabil, sehingga sosok yang terlihat lebih matang bisa memberikan rasa tenang dan terpercaya.

Psikologi menyebut ini sebagai bentuk attachment style yang mengarah pada figur yang memberi rasa perlindungan. Orang yang memiliki kecenderungan ini biasanya:

Namun, perlu diwaspadai ketika ketertarikan ini berubah menjadi ketergantungan yang tidak sehat di mana kebutuhan akan rasa aman membuat seseorang sulit mengambil keputusan sendiri.

2. Nilai Pengalaman Hidup yang Berbeda

Pasangan yang usianya lebih tua biasanya membawa pengalaman hidup yang lebih luas baik dalam karier, hubungan, maupun pemikiran. Hal ini bisa menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi orang yang menghargai kedalaman wawasan dan perspektif.

Dalam psikologi, ketertarikan semacam ini sering berkaitan dengan social learning orientation kecenderungan untuk belajar dari pengalaman orang lain. Secara positif, hal ini bisa membantu pertumbuhan pribadi. Namun ketika seseorang menempatkan pasangan sebagai sumber tunggal pembelajaran, hubungan bisa kehilangan keseimbangan.

3. Rasa Tanggung Jawab dan Peran Pengasuh

Beberapa individu merasa nyaman dengan figur pasangan yang lebih tua karena ada unsur rasa tanggung jawab dan pengasuhan yang kuat. Psikologi keluarga menyebut ini sebagai caretaking dynamic, di mana satu pihak cenderung mengambil peran melindungi atau membimbing.

Dalam konteks sehat, dinamika ini bisa saling melengkapi. Namun ketika peran pengasuh menjadi dominan, ada risiko:

Penting untuk memastikan bahwa hubungan tetap memelihara keseimbangan antara memberi dan menerima.

4. Preferensi Estetis vs Kebutuhan Emosional

Tidak semua ketertarikan pada pasangan yang lebih tua berasal dari kebutuhan psikologis yang dalam. Ada pula yang sekadar tertarik karena gaya, pengalaman sosial, atau preferensi estetis. Misalnya, seseorang bisa menyukai cara bicara, cara berpakaian, atau cara berpikir pasangan yang lebih dewasa—tanpa elemen emosional yang kompleks.

Dalam psikologi, membedakan antara ketertarikan estetis dan ketergantungan emosional penting agar seseorang tidak membaurkan rasa nyaman dengan kebutuhan yang dapat memicu dinamika tidak sehat.

5. Tantangan Perbedaan Generasi

Perbedaan usia sering kali selaras dengan perbedaan pengalaman generasi. Ini dapat memperkaya hubungan, tetapi juga membawa tantangan tersendiri. Misalnya:

Psikologi hubungan menekankan bahwa perbedaan ini tidak harus menjadi penghalang. Justru, perbedaan yang dikelola dengan baik bisa memperdalam pemahaman antarpribadi. Tantangannya adalah menjadikan perbedaan sebagai ruang dialog, bukan sumber konflik.

6. Was-was terhadap Ketergantungan Emosional

Psikolog relasi sering mengingatkan bahwa ketertarikan pada pasangan yang lebih tua tidak otomatis menjadi masalah. Permasalahan muncul ketika ketertarikan ini berubah menjadi bentuk ketergantungan emosional yang membatasi kehidupan personal seseorang.

Beberapa sinyal yang perlu diwaspadai antara lain:

Kesehatan relasi dalam hal ini sangat ditentukan oleh kemampuan kedua pihak untuk menjaga batasan, komunikasi yang jujur, dan penghormatan terhadap otonomi masing-masing.

7. Apa yang Bisa Dipahami dari Preferensi Ini

Psikologi tidak memandang ketertarikan pada pasangan yang lebih tua sebagai sesuatu yang “tidak normal” atau “bermasalah”. Ia melihatnya sebagai bagian dari spektrum pengalaman dan kebutuhan emosional manusia.

Orang yang merasa nyaman dengan figur yang lebih dewasa sering kali:

Namun, sama seperti preferensi lain, yang terpenting adalah kesadaran diri. Mengenali motivasi di balik ketertarikan dapat membantu seseorang:

Preferensi bukan penentu mutlak masa depan, tetapi cermin yang membantu kita memahami cara kita mencintai, memberi, dan bertumbuh bersama orang lain. Karena dalam hubungan yang sehat, kedewasaan bukan soal umur melainkan tentang kedewasaan hati. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#lebih tua #psikologi #kepribadian #Pasangan