RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Musim hujan menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Bojonegoro di sekitar kawasan hutan jati. Seperti di wilayah Kecamatan Temayang, Kedungadem, Bubulan, hingga Tambakrejo.
Pasalnya, tidak sedikit dari mereka berburu jamur barat di musim ini. Tidak hanya untuk mengisi waktu luang dan mencari lauk untuk dimakan sendiri. Melainkan, memanfaatkan momen munculnya jamur liar primadona ini sebagai ladang penghasilan tambahan. Yakni, dengan memperjual belikan.
Perempuan tinggal di Kecamatan Tambakrejo, Niandra mengatakan, pernah mencari jamur barat yang muncul secara musiman. Seperti, di musim penghujan saat ini. Banyak masyarakat di daerahnya yang berburu jamur barat, ada yang hanya dikonsumsi sendiri maupun dijual.
Jamur liar ini sering tumbuh di area hutan, seperti hutan jati, semak-semak, maupun bambu. ‘’Munculnya tidak pasti, kadang pagi, siang, sore. Dan, tidak semua orang dikasih tunjuk adanya jamur itu. Kadang ada orang lewat, tidak tahu, tapi setelah itu ada orang lainnya lewat dan melihat,’’ katanya.
Menurut ibu satu anak tersebut, rasa jamur barat ini jauh lebih enak dibanding beberapa jenis jamur lainnya. Tidak heran, jika banyak masyarakat yang menginginkannya. Bahkan, banyak yang memperjualbelikan jamur yang tumbuh liar ini.
‘’Lebih enak dibanding beberapa jenis jamur lainnya. Rasanya seperti kulit ayam,’’ terangnya.
Terpisah, penjual jamur barat di Kecamatan Kedungadem, Fauzan mengatakan, mencari jamur barat di hutan area Kedungadem. Kemudian, menjualnya dengan harga Rp 10.000 per bungkus daun jati.
Sangking primadonya jenis jamur ini, ia sampai kehabisan. Bahkan, banyak yang tertarik ketika mempromosikan jamur barat tersebut melalui sosial media yang dimiliki. ‘’Bapak yang mencari, di sekitar Kedungadem, (Dijual per bungkus) Rp 10.000,’’ terangnya. (ewi/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana