Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Jangan Luput dan Jangan Nekat! Lima Gunung Ini Menutup Jalur Pendakian Selama Libur Nataru, Sementara Jangan Tektok Dulu

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 25 Desember 2025 | 23:29 WIB
PESONA: Gunung Rinjani berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
PESONA: Gunung Rinjani berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mendaki gunung sering menjadi kegiatan berlibur idaman masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Baik mendaki sehari atau lebih sering dikenal sebagai tektok, maupun menyempatkan diri untuk berkemah, berada di puncak gunung menjadi sensasi yang jarang dirasakan oleh masyarakat di hari-hari biasa.

Namun pada momen nataru kali ini, setidaknya ada lima gunung yang tidak dapat diakses sementara waktu untuk para pendaki. Rerata alasannya sama, yakni untuk menghindari potensi bencana hidrometeorologis, terutama tanah longsor, serta antisipasi aktivitas vulkanik yang dapat menyebabkan gunung meletus sewaktu-waktu.

Sehingga untuk sementara waktu, kesampingkan dulu niatan untuk berkunjung ke lima gunung berikut untuk berwisata. Selebihnya, selain yang ada dalam daftar masih dapat dikunjungi untuk periode nataru.

  1. Gunung Gede Pangrango

Gunung yang terletak di Cianjur, Jawa Barat ini sudah ditutup sementara cukup lama, yakni sejak 13 Oktober lalu. Menurut surat edaran nomor PG.06/T.2/TU/B/10/2025, Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Gunung Gede Pangrango menutup sementara jalur pendakian untuk membersihkan sampah yang berserakan di jalur pendakian hingga pemberitahuan lebih lanjut.

  1. Gunung Salak

Melalui surat edaran SE.1/T.14/TU/KSA.5.1/B/03/2025, Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menutup sementara jalur pendakian di Gunung Salak akibat cuaca burk pada musim hujan kali ini, serta memberi waktu untuk pemulihan ekosistem alam. Sehingga penutupan dilakukan dalam waktu cukup panjang, yakni mulai Hari Ibu (22/12) hingga Maret 2026 mendatang.

  1. Gunung Merapi

Secara teknis, salah satu gunung berapi yang paling dikenal masyarakat Indonesia ini tidak ditutup untuk nataru, namun lebih tepatnya sudah lama tidak membuka jalur pendakian. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang dikenal cukup aktif menyebabkan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) belum membuka kegiatan pendakian sejak 2018 silam.

Selain itu, jangan coba-coba nekat mendaki gunung yang terletak di Boyolali, Jawa Tengah ini, karena selain diawasi secara ketat, juga sangat berbahaya. Pada April lalu BTNGM mengamankan 20 pendaki ilegal yang ketahuan saat perjalanan turun, dan memberikan semua tersangka larangan pendakian atau blacklist tiga tahun.

  1. Gunung Semeru

Gunugn Semeru beberapa kali mengalami erupsi sepanjang 2025, sehingga sejak erupsi terbaru pada November silam, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memutuskan untuk menutup jalur pendakian mulai 19 November. Erupsi-erupsi tersebut banyak mengeluarkan awan panas dan abu vulkanik yang menyebar ke beberapa wilayah di sekitarnya.

Semula ditutup hingga waktu yang belum ditentukan, BBTNBTS memutuskan untuk membuka jalur pendakian pada Maret 2026 mendatang. Selain itu, jadwal pendakian yang sebelumnya sudah dipesan sebelum penutupan juga akan dialihkan ke tahun depan.

  1. Gunung Rinjani

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melalui surat edaran nomor PG.7/T.39/TU/KSA.04.01/B/12/2025 dan PG.8/T.39/TU/KSA.04.01/B/12/2025 menyatakan akan menutup sementara jalur pendakian gunung tersebut mulai Januari hingga Maret 2026. Total ada enam jalur pendakian yang ditutup oleh pengurus gunung yang sempat memakan beberapa korban tahun ini.

Namun untuk libur natal, BTNGR masih membuka pemesanan atau booking dalam waktu terbatas. Pemesanan dapat dilakukan paling lambat hingga Minggu (28/12), dan pengunjung wajib tiba di Gunung Rinjani sebelum malam tahun baru (31/12). Kemudian bagi mereka yang berencana menginap atau berkemah, mereka wajib check out sebelum 3 Januari 2026. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#gunung salak #jalur pendakian #pendakian #merapi #semeru #gunung merapi #gunung rinjani #natal #salak #nataru #tahun baru #tektok #mendaki gunung #gunung semeru #Gunung