RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Suasana di depan Stasiun Bojonegoro kini tampak berbeda. Jika dulu deretan becak memenuhi area pintu keluar stasiun, kini hanya tersisa hitungan jadi. Penumpang pun tampak lebih banyak memilih ojek online atau dijemput keluarganya.
Anggik ,20, penumpang kereta api, mengaku sudah jarang menggunakan jasa becak. “Sekarang lebih cepat naik ojek online, bisa langsung dipesan lewat HP. Kadang juga dijemput saudara, jadi becak sudah jarang dipakai,” ujarnya usai turun dari kereta.
Beberapa penumpang lain juga menyampaikan hal serupa, bahwa kehadiran transportasi modern membuat mereka jarang melirik becak. Selain dianggap lambat, jumlah penarik becak yang beroperasi juga semakin sedikit.
Di sisi lain, para penarik becak yang masih bertahan kebanyakan sudah berusia lanjut. Mereka tetap mangkal di sekitar stasiun sambil menunggu penumpang yang datang.
“Sekarang sudah sepi, jarang ada yang naik becak. Paling yang bawa barang banyak atau orang tua,” kata salah satu penarik becak yang enggan disebut namanya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya terlihat dua hingga tiga becak yang berjajar di tepai jalan depan Stasiun Bojonegoro. Para penarik becak tampak sabar menunggu penumpang yang semakin sepi. Kebanyakan masyarakat kini lebih memilih menggunakan ojek online atau kendaraan pribadi karena dianggap lebih cepat dan praktis.
Kini, keberadaan becak di Stasiun Bojonegoro semakin jarang terlihat. Suara derit roda yang dulu ramai kini perlahan menghilang. (len/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana