Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Matcha Bisa Bantu Tidur Nyenyak? Ini Jawaban Ilmiahnya

Bhagas Dani Purwoko • Rabu, 8 Oktober 2025 | 23:53 WIB
Ilustrasi pure matcha.
Ilustrasi pure matcha.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Minum matcha sore-sore sambil rebahan jadi kebiasaan banyak anak muda akhir-akhir ini.

Rasanya lembut, tampilannya estetik, dan katanya… bisa bikin tidur lebih rileks. Tapi, apakah klaim itu benar? Atau cuma tren semata?

Berbekal sejumlah penelitian ilmiah terbaru, mari kita kupas bagaimana matcha dan kandungannya bisa memengaruhi kualitas tidur.

Apa Itu Matcha?

Matcha berasal dari daun teh hijau (Camellia sinensis) yang ditanam dalam kondisi teduh sebelum dipanen. Proses ini meningkatkan kadar senyawa aktif seperti:

Berbeda dari teh biasa, matcha dikonsumsi seluruh daunnya dalam bentuk bubuk, sehingga kandungan nutrisinya lebih pekat.

L-theanine: Kunci Efek Menenangkan Matcha

Penelitian menunjukkan L-theanine dapat:

Mengurangi stres dan kecemasan,

Menurunkan kadar hormon kortisol,

Merangsang gelombang alfa di otak yang mana kondisi rileks tapi tetap fokus.

Sebuah ulasan ilmiah dalam Nutrition Reviews (2024) menemukan bahwa kombinasi L-theanine dan kafein, seperti yang alami terdapat dalam matcha dapat meningkatkan relaksasi, memperpendek waktu untuk tertidur, dan menurunkan gangguan tidur ringan pada beberapa kelompok usia muda dan dewasa.

Baca Juga: Mengenal Kembali Teh Rosella, Minuman Herbal Kaya Manfaat dari Kelopak Bunga Merah

Artinya, kandungan alami matcha memang punya dasar ilmiah untuk mendukung tidur yang lebih tenang.

Tapi Ingat: Matcha Juga Mengandung Kafein

Meski lebih rendah dari kopi, matcha tetap mengandung kafein cukup tinggi (sekitar 30–70 mg per 1 gram). Kafein bersifat stimulan yang dapat:

Penelitian oleh Baba et al. (2024) menunjukkan bahwa meski peserta studi melaporkan tidur terasa lebih baik secara subjektif setelah konsumsi matcha, pengukuran objektif (EEG) tidak menemukan perubahan signifikan pada pola gelombang otak saat tidur. Kemungkinan karena efek kafein yang “menetralkan” efek rileks L-theanine.

Bukti Ilmiah Terkini

1. Studi Uchida et al. (2024)

Konsumsi 2 gram matcha per hari selama 1 tahun pada lansia dengan gangguan kognitif ringan menunjukkan peningkatan kualitas tidur subjektif dan suasana hati lebih stabil.

2. Meta-analisis L-theanine (MDPI, 2023)

Menunjukkan dosis 50–400 mg per hari dapat memperbaiki kualitas tidur, mempercepat onset tidur, dan mengurangi gangguan malam, terutama pada individu dengan stres tinggi.

3. Studi AlphaWave L-theanine (Springer, 2024)

Suplementasi L-theanine selama 28 hari mengurangi stres dan proporsi tidur ringan, tanpa mengurangi fungsi kognitif.

Namun, sebagian besar studi menggunakan suplementasi murni, bukan minuman matcha sehari-hari. Jadi, efeknya pada tiap orang bisa berbeda tergantung waktu konsumsi, dosis, dan sensitivitas terhadap kafein.

Tips Konsumsi Matcha Agar Tidak Ganggu Tidur

✅ Minum matcha pagi atau siang hari, maksimal 6 jam sebelum tidur.

✅ Pilih takaran sedang (1–2 gram bubuk per hari).

✅ Hindari menambahkan terlalu banyak gula atau sirup agar tidak meningkatkan energi berlebih.

✅ Bagi yang sensitif terhadap kafein, coba matcha versi decaf atau L-theanine murni sebagai alternatif.

Matcha bukan “obat tidur alami” ajaib. Tapi berkat kandungan L-theanine dan triptofan, minuman hijau ini punya potensi mendukung relaksasi dan kualitas tidur selama dikonsumsi dengan waktu dan dosis yang tepat.

Bagi Gen Z dan dewasa muda yang mulai beralih ke gaya hidup sehat, matcha bisa jadi alternatif minuman sore yang menenangkan. Namun, tetap penting mendengarkan tubuh sendiri. Karena setiap orang punya respons berbeda terhadap kafein. (*)

Editor : Bhagas Dani Purwoko
#tidur nyenyak #studi #teh #bukti #Kafein #matcha #ilmiah