RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Mayoritas kebutuhan penggunaan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia sejatinya telah terpenuhi dengan versi gratis berbagai model AI yang tersedia secara umum, entah itu Google Gemini dari Google, ChatGPT dari OpenAI, Deepseek R1 dari Deepseek, Grok dari X, Meta AI dari Meta, dan lain sebagainya. Namun tentu, layanan-layanan tersebut juga membuka tawaran untuk memperluas kemampuan nalar kecerdasan buatan mereka secara berbayar.
Masalahnya, konversi harga dari Dolar AS ke Rupiah menyebabkan harga layanan yang sedianya terjangkau di luar negeri menjadi mahal di Indonesia. Karena itu masyarakat rerata segan untuk merogoh kocak dalam untuk menggunakan layanan tersebut secara berbayar.
Sebagian perusahaan memilih mengenalkan paket langganan khusus Indonesia sebagai solusi, misal Google yang mengenalkan Gemini Plus dengan biaya langganan hanya 10 persen (Rp 37.500) dari Gemini Pro (Rp 309 ribu), dengan fitur yang serupa. Nampaknya OpenAI mengikuti langkah yang sama, dengan mengenalkan ChatGPT Go.
Resmi dikenalkan pada Selasa (23/9), ChatGPT Go merupakan paket langganan murah yang tersedia khusus untuk Indonesia dan India. Paket langganan tersebut dipatok dengan harga Rp 75 ribu, hanya seperlima dari harga langganan ChatGPT Plus (Rp 350 ribu) dan seperlimapuluh dari ChatGPT Pro (Rp 3,5 juta).
“Jutaan orang di Indonesia telah menggunakan ChatGPT setiap hari untuk belajar, berkreasi, dan memecahkan masalah. Dengan ChatGPT Go, kami ingin menjadikan teknologi AI termutakhir ini mudah digunakan dan terjangkau sehingga semua orang dapat memperoleh manfaat dari kecanggihan teknologi,” jelas Wakil Presiden dan Kepala ChatGPT, Nick Turley dalam rilis resmi perusahaan.
Masyarakat yang berlangganan ChatGPT Go dapat merasakan seluruh fitur ChatGPT versi gratis dengan lebih leluasa, termasuk batas jumlah prompt yang lebih besar jhingga 10 kali lipat, log chat yang lebih panjang untuk mengingat semua prompt dan percakapan, dan kemampuan analisis dan olah data yang lebih akurat.
Namun tetap ada fitur yang tidak dapat dipakai pengguna ChatGPT Go, seperti penggunaan Sora untuk membuat video. Selain itu ChatGPT Go tidak dapat menggunakan model AI lebih lawas selayaknya ChatGPT Plus dan Pro, dengan kata lain terkunci di model ChatGPT 5 yang saat ini menjadi standar. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana