RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Banyak orang percaya bahwa sering minum es dapat menyebabkan batuk dan pilek, keyakinan ini sudah lama beredar.
Bahkan, sering kali orang tua melarang anak-anak mereka mengonsumsi minuman dingin karena dianggap dapat membuat tubuh sakit.
Namun, benarkah minum es menjadi penyebab utama batuk dan pilek? Secara medis, batuk dan pilek umumnya disebabkan oleh infeksi virus, seperti rhinovirus atau coronavirus non-COVID, yang menyebar melalui percikan air liur dan kontak dengan permukaan yang terkontaminasi.
Artinya, penyebabnya bukan terletak pada suhu minuman, melainkan pada masuknya virus ke dalam tubuh.
Walaupun demikian, sebagian orang mungkin merasakan gejala tenggorokan tidak nyaman setelah minum es, terutama ketika sedang sakit atau daya tahan tubuh sedang menurun.
Minuman dingin dapat membuat tenggorokan terasa nyeri, memicu produksi lendir lebih kental, atau menimbulkan sensasi iritasi sementara.
Namun, reaksi ini bersifat subjektif dan tidak dialami semua orang. Beberapa penelitian pun mendukung fakta bahwa minuman dingin tidak secara langsung menyebabkan infeksi saluran pernapasan pada orang yang sehat.
Misalnya, studi di Rhinology Journal menyebutkan, bahwa paparan udara dingin hanya memicu penyempitan pembuluh darah di hidung untuk sementara, bukan memunculkan virus baru.
Meski minum es bukan penyebab langsung batuk dan pilek, ada beberapa kondisi di mana konsumsi minuman dingin sebaiknya dibatasi.
Orang yang sedang mengalami radang tenggorokan atau amandel bengkak dapat merasakan nyeri lebih parah jika sering mengonsumsi es.
Penderita asam lambung (GERD) juga sebaiknya berhati-hati, karena minuman terlalu dingin dapat memicu kontraksi lambung.
Selain itu, anak-anak dengan daya tahan tubuh rendah juga lebih baik menghindari konsumsi berlebihan, bukan karena es menyebabkan virus, tetapi untuk mengurangi risiko iritasi.
Untuk menikmati minuman dingin dengan aman, pastikan es yang digunakan berasal dari air bersih dan higienis agar tidak membawa bakteri penyebab penyakit lain.
Minumlah secara perlahan agar tubuh memiliki waktu untuk beradaptasi dengan perubahan suhu, dan hindari konsumsi berlebihan jika tubuh sedang tidak fit.
Pada dasarnya, jika seseorang dalam kondisi sehat, menikmati segelas es di hari panas tidak akan langsung membuatnya sakit.
Kesimpulannya, anggapan bahwa sering minum es menyebabkan batuk dan pilek hanyalah mitos.
Penyakit tersebut disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh dinginnya minuman. Minuman es hanya dapat memperburuk rasa tidak nyaman pada sebagian orang yang sudah mengalami iritasi tenggorokan atau flu.
Untuk menjaga kesehatan, yang lebih penting adalah menjaga daya tahan tubuh dengan pola makan bergizi, tidur yang cukup, olahraga teratur, dan kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau minum. (nfs)
Editor : Bhagas Dani Purwoko