Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Habis Resistance Blue, Terbit Brave Pink dan Hero Green: Ini Asal dan Makna Warna-Warna yang Sedang Viral di Medsos

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 4 September 2025 | 01:28 WIB
Dari kiri ke kanan: Resistance Blue, Brave Pink, Hero Green
Dari kiri ke kanan: Resistance Blue, Brave Pink, Hero Green

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Di tengah demonstrasi massa terhadap DPR RI Agustus lalu, penggunaan warna-wanra mencolok kembali menjadi sarana bagi masyarakat dan warganet untuk menyuarakan protes dan perlawanan mereka terhadap para wakil rakyat. Kali ini tidak hanya satu, namun dua warna sekaligus dipakai sebagai wujud protes secara bersama-sama.

Tentu, penggunaan warna sebagai wujud protes bukan hal baru di Indonesia. Tepat setahun lalu, warna biru serta penggunaan Garuda Pancasila berwarna biru-putih menjadi simbol protes masyarakat terhadap putusan Mahkamah Konstitusi terhadap Revisi RUU Pilkada.

Warna dan simbol tersebut sendiri berasal dari video peringatan fiksional yang diupload oleh channel EAS Indonesia Concept pada 2023 silam, ketika konten horor jenis analog horror dan EAS (sistem peringatan darurat) masih populer di kalangan warganet.

Sebagai catatan samping, analog horror dan EAS biasanya menggambarkan situasi fiksional yang bersifat mencekam dan mengganggu benak penontonnya dengan bentuk menyerupai siaran televisi analog. Konten yang disajikan misal penyerbuan oleh mahluk asing, sebagaimana yang digunakan dalam video yang menjadi basis gerakan perlawanan kala itu.

Video tersebut berlatar belakang warna biru, dan baik tulisan maupun Garuda Pancasila ditampilkan dengan warna putih. Kemudian warganet menyamakan penyerbuan mahluk asing dalam skenario video tersebut dengan dugaan adanya pihak yang ingin merebut paksa kekuasaan dan demokrasi di Indonesia.

Jadilah warna biru dalam video tersebut dinamai Resistance Blue (biru perlawanan), dan Garuda Pancasila berwarna biru menjadi simbol perlawanan balik. Terkadang kalimat dalam isi video tersebut, “Indonesia telah dikuasai mahluk asing bukan manusia,” juga digunakan untuk menggantikan tulisan “Peringatan Darurat” yang mengawali video.

Kini dua warna baru muncul sebagai simbol protes baru, yakni Brave Pink (merah muda berani) dan Hero Green (hijau pahlawan). Berbeda dari Resistance Blue yang berasal dari konten fiksional, dua warna tersebut berasal dari kejadian nyata yang terjadi sepanjang demonstrasi Agustus lalu.

Brave Pink berasal dari video yang menampilkan kejadian seorang ibu rumah tangga bernama Ana yang mencoba menghalau pasukan kepolisian dengan batang bambu sekitar Kamis (28/3). Tema ‘berani’ dipilih untuk menghormati keberanian ibu yang mengenakan jilbab warna merah muda tersebut untuk mengutarkan pendapat sambil memukul tameng polisi.

Sementara Hero Green berasal dari warna hijau khas seragam pengemudi ojek online. Secara spesifik, warna hijau yang dipilih berasal dari seragam milik Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis pada Kamis dinihari.

Diketahui Affan menghidupi keluarganya seorang diri hingga akhir hayatnya, dan meninggalnya Affan diyakini menjadi titik menguatnya perlawanan publik. Sehingga untuk mengenang peristiwa tersebut, tema ‘pahlawan’ dipilih untuk menamai warna hijau tersebut.

DI luar Indonesia, penggunaan warna sudah lama digunakan oleh lapisan masyarakat untuk keperluan serupa. Misal Revolusi Oranye di Ukraina pada 2004 yang memprotes hasil pilpres tahun tersebut, Revolusi Ungu di Irak setahun berikutnya yang memprotes hasil pemilu setempat, dan Gerakan Hijau di Iran pada 2009 yang melayangkan tuduhan kecurangan pada pemilu setempat.

Sama seperti Indonesia, masyarakat Hong Kong memiliki lebih dari satu warna untuk menyuarakan aspirasi rakyat, dalam kasus ini untuk memprotes kebijakan pemerintah yang pro-Tiongkok. Pada demonstrasi pertama tahun 2014, masyarakat berbondong-bondong memakai payung warna kuning sambil menyuarakan pendapat mereka.

Pada protes kedua di tahun 2019 hingga 2020, para demonstran berganti warna menjadi hitam sebagai ungkapan kekecewaan akibat taraf hidup yang tidak kunjung membaik. Uniknya, para demonstran pro-pemerintah memilih warna putih sebagai ungkapan kebalikan dari para pendemo anti-Tiongkok. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pink #garuda pancasila #merah muda #biru #protes #brave pink #Simbol perjuangan #warna #peringatan darurat #ibu rumah tangga #aspirasi #Pahlawan #demonstrasi #demonstran #Resistance Blue #dpr ri #Ojek Online #simbol #Affan Kurniawan #hero green #hijau