Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Apa Saja yang Terkandung dalam Gas Air Mata? Ini Penjelasannya, dan Cara Mengobatinya Jika Terkena Tubuh

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 31 Agustus 2025 | 02:18 WIB
(Dok. Healthline)
(Dok. Healthline)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Gas air mata sering digunakan sebagai salah satu amunisi anti huru-hara tidak hanya di Indonesia, namun juga di berbagai belahan dunia. Sifatnya yang mengganggu kesehatan, namun hanya secara sementara dan tidak mematikan membuatnya jadi andalan pasukan anti huru-hara untuk mengontrol keramaian, termasuk dalam demonstrasi.

Namun gas air mata secara hukum tidak boleh digunakan dalam peperangan. Larangan tersebut termasuk dalam Protokol Jenewa Tahun 1925, yang melarang menggunaan gas dan cairan kimia untuk peperangan, terutama yang dapat menyebabkan sesak nafas, akibat maraknya penggunaan gas air mata dan gas kimia berbahaya pada Perang Dunia I.

Secara teknis, menyebut gas air mata sebagai gas sebenarnya kurang tepat. Karena gas air mata dipersiapkan dalam bentuk aerosol, yakni bubuk padat atau cairan yang diangkut menggunakan gas. Dengan kata lain, cara kerja gas air mata serupa dengan obat nyamuk semprot, atau pengharum ruangan semprot.

Aerosol berisi gas air mata ini kemudian dibungkus dalam kaleng seperti granat, atau dalam peluru yang tidak tajam, terutama jika diperuntukkan untuk kendaraan anti huru-hara seperti unit Rimueng milik Brimob. Tentu, gas air mata tidak boleh diarahkan langsung ke masyarakat, serta ada jeda sebelum gas dilepaskan, sehingga harus dilontarkan melambung.

Menurut Chemistry World, ada banyak senyawa lakrimator atau pemicu air mata yang dapat digunakan untuk meracik gas air mata. Namun yang umumnya digunakan di berbagai belahan dunia adalah chlorobenzalmalononitrile alias gas CS, chloroacetophenone alias gas CN, dan dibenzoxazepine atau gas CR.

Secara teknis, gas air mata juga dapat diracik dari ekstrak cabai dan merica. Namun karena rasa pedihnya yang lebih tajam, ekstrak tersebut jarang dipakai untuk gas air mata, dan lebih populer digunakan untuk semprotan merica sebagai alat bela diri di luar negeri.

Gas CS, CN dan CR sering digunakan sebagai komponen gas air mata karena sifatnya yang membuat mata pedih, sesak nafas dan kulit perih, namun hanya sementara, lebih tepatnya sekitar setengah jam. Selain itu, ketiga gas tersebut mudah larut dalam air.

Maka solusi jika terkena gas air mata juga cukup sederhana, yakni cuci mata, kulit dan rongga hidung dengan air. Jika perlu, air juga boleh diminumkan kepada penderita paparan gas air mata, dan lepas pakaian penderita agar tidak terus-terusan terpapar gas air mata, terutama jika sempat terpapar cukup lama.

Selain itu, segera menjauh dari tempat yang disemprot gas air mata. Karena menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), terkena paparan gas air mata terlalu lama dapat menyebabkan asma dan gangguan pernafasan lain, serta kerusakan pada mata yang berpotensi menimbulkan kebutaan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#mata #gas air mata #bahan kimia #gas #merica #Cabai #jenewa #Senyawa #paparan #semprotan merica #rimueng #kimia #demonstrasi #cuci mata #air mata #solusi #Brimob #keramaian #peperangan #Air