RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sejumlah tren gaya rambut mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat urban global, termasuk di Indonesia, terhadap gaya yang lebih personal, efisien, dan ramah lingkungan. Tahun 2025 menandai kembalinya gaya rambut alami yang dipadukan dengan inovasi perawatan modern.
Menurut WGSN (Worth Global Style Network), salah satu lembaga prediksi tren global, tahun 2025 akan ditandai dengan kebangkitan gaya rambut yang menonjolkan tekstur asli. Hal ini didorong oleh meningkatnya kesadaran akan penerimaan diri dan representasi inklusif dalam industri kecantikan.
Laporan dari Mintel sendiri menyebutkan bahwa 67% wanita di kawasan Asia Tenggara lebih memilih produk dan gaya rambut yang meminimalkan penggunaan panas dan bahan kimia. Ini berimbas pada tren potongan yang mempertahankan bentuk alami rambut.
Panjang? Pendek? Yang Penting Nampak Muda dan Berani
Bagi mereka yang lebih menyukai rambut panjang, tampilan alami kian diminati seperti undone layers dan air-dried styling. Sehingga rambut masih terlihat lebih santai dan terurai, namum masih tertata rapi. Selain itu feather cut dan bubble curl juga masih dilirik para penata rambut untuk memberi tampilan lebih muda pada klien mereka.
Sementara itu tren potongan rambut pendek juga makin banyak dilirik wanita, utamanya bob cut dan potong sebauh dengan ujung one-length alias sama rata. Selain alasan praktis, potongan ini juga melambangkan kemandirian dan pembebasan diri dari standar kecantikan konvensional.
Dominasi Warna Alami dan Pewarnaan Minim
Perusahaan kosmetik L'Oreal juga menyebut tren warna rambut saat ini didominasi oleh nuansa alami, seperti cokelat kayu manis, cokelat gelap, hitam, blonde terang dan merah tembaga. Teknologi kecerdasan buatan (AI) juga kini sering digunakan untuk mencocokkan warna rambut dengan warna kulit, atau sekedar memilih warna favorit.
Hal ini berkaitan erat dengan meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan rambut dan dampak lingkungan dari bahan pewarna. Laporan dari Statista menunjukkan bahwa penjualan produk pewarna rambut berbahan alami meningkat sebesar 22% antara tahun 2023 dan 2024, tren yang diperkirakan akan terus berkembang.
Namun demikian, highlight minimalis dan teknik pewarnaan seperti “face-framing highlights” dan “babylights” masih diminati karena mampu memberi dimensi tanpa mengubah warna keseluruhan secara drastis.
Gaya Retro dan Sentuhan Nostalgia
Meski arah umum mengarah pada kesederhanaan, sentuhan retro tetap memiliki tempat tersendiri. Beberapa gaya yang terinspirasi dari tahun 1970-an dan 1990-an kembali muncul, seperti curtain bangs, flipped ends, shaggy layer dan voluminous blowout.
Namun, penyesuaian tetap dilakukan agar sesuai dengan konteks masa kini. Misalnya, blowout kini lebih lembut dan menggunakan alat pemanas yang rendah panas, sejalan dengan tren perlindungan rambut dari kerusakan termal. (edo)
Editor : Yuan Edo Ramadhana