Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Mengenal Beragam Jenis Kemenyan di Indonesia: Kaya Akan Warisan Budaya dan Aromaterapi Alami

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 16 Juli 2025 | 23:37 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Kemenyan merupakan salah satu hasil hutan non-kayu yang memiliki nilai penting dalam budaya dan spiritualitas masyarakat Indonesia. Indonesia, sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tinggi, memiliki berbagai macam kemenyan yang tersebar di berbagai daerah, masing-masing dengan karakteristik, fungsi, dan nilai pasar yang berbeda.

Secara botani, kemenyan berasal dari pohon genus Styrax, khususnya spesies seperti Styrax benzoin, Styrax paralleloneurum, dan Styrax sumatrana. Resin atau getah yang dihasilkan dari kulit batang pohon ini dikeringkan dan digunakan sebagai bahan utama dalam pembakaran kemenyan.

Kemenyan Sumatra (Styrax sumatrana)

Di Sumatera Utara, khususnya di wilayah Tapanuli, dikenal jenis kemenyan Toba (Styrax benzoin) dan kemenyan Sumatra (Styrax sumatrana), yang memiliki aroma harum manis dan sangat diminati baik di pasar domestik maupun ekspor. Kemenyan ini juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena kualitas resin yang stabil dan aromanya yang kuat.

Selain Tapanuli, daerah seperti Aceh Tengah dan Gayo Lues juga dikenal sebagai penghasil kemenyan yang digunakan dalam ritual dan pengobatan tradisional. Kemenyan dari kawasan ini cenderung memiliki aroma lebih tajam dan sering digunakan sebagai campuran bahan baku parfum atau dupa dalam industri wewangian internasional.

Baca Juga: Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Ekspor Kemenyan: Ini Bahan Baku Parfum Mewah!

Kemenyan Borneo (Styrax borneensis)

Di Kalimantan, meskipun tidak sepopuler Sumatera sebagai penghasil utama, beberapa suku Dayak menggunakan kemenyan lokal sebagai bagian dari upacara adat. Menurut penelitian dalam Borneo Research Journal (2021), masyarakat Dayak percaya bahwa asap kemenyan membantu menenangkan arwah yang gentayangan dan membuka jalur komunikasi antara dunia nyata dan dunia roh.

Dalam konteks budaya modern, penggunaan kemenyan sempat mendapat stigma negatif karena diasosiasikan dengan praktik mistik atau klenik. Namun, dengan meningkatnya minat terhadap warisan budaya dan spiritualitas lokal, kemenyan kembali mendapat tempat dalam diskursus budaya, baik sebagai simbol identitas, bahan aromaterapi, maupun komoditas ekspor yang bernilai tinggi.

Secara internasional, kemenyan Indonesia banyak diekspor ke Timur Tengah, India, dan Eropa, di mana ia digunakan dalam industri parfum dan farmasi. Kualitas kemenyan Indonesia dianggap tinggi karena proses penyadapan yang dilakukan secara tradisional dan keberadaan pohon yang tumbuh alami di hutan-hutan primer. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Ekspor #kemenyan #indonesia #aceh #Budaya #hasil hutan #Borneo #sumatera utara #Kalimantan #Sumatra #wewangian #parfum #Tradisi