Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Menengok Berbagai Cita Rasa Kopi Asia Tenggara: Ada yang Campur Arang, Mentega, Beras dan Telur

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 12 Juli 2025 | 01:24 WIB
Pedagang kopi membuka lapak dagangannya di sekitaran jalan Hayam Wuruk Bojonegoro saat malam hari.
Pedagang kopi membuka lapak dagangannya di sekitaran jalan Hayam Wuruk Bojonegoro saat malam hari.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Tidak hanya Indonesia, hampir seluruh negara di Asia Tenggara merupakan penggemar kopi. Tidak hanya itu, kopi juga turut menjadi salah satu komoditas utama di berbagai wilayah anggota ASEAN.

Masing-masing negara di kawasan ini memiliki ciri khas tersendiri dalam hal varietas biji kopi, teknik pengolahan, hingga budaya minum kopi yang unik. Perbedaan ini tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi geografis dan iklim, tetapi juga oleh tradisi dan sejarah panjang interaksi masyarakat dengan kopi.

Indonesia

Tentu masyarakat Indonesia sendiri sudah akrab dengan berbagai kopi milik nusantara, seperti kopi gayo, kopi toraja, kopi kintamani, dan masih banyak lagi. Mayoritas kopi tersebut memiliki karakteristik rasa kuat dan bercita rasa buah atau rempah, utamanya karena sering diolah dengan metode giling basah.

Namun tentu tidak semua kopi di Indonesia memiliki karakteristik serupa. Yang paling terkenal contohnya kopi luwak, yang memiliki cita rasa lembut dan cenderung kurang pahit dibanding kopi lain. 

Kemudian ada banyak perbedaan dalam proses penyajian kopi, entah disajikan ala kadarnya, dicampur dengan susu, dan masih banyak lagi. Bahkan Yogyakarta punya varian ekstrem bernama kopi joss, dengan penyajian kopi dicampur dengan bara arang panas.

Vietnam

Secara jenis, kopi di Vietnam tergolong serupa dengan Indonesia, didominasi oleh kopi robusta dan variannya. Namun penyajian kopi di Vietnam tergolong unik.

Masyarakat Indonesia mungkin telah mengenal varian paling simpel dari kopi Vietnam, yakni cà phê sữa đá alias kopi susu yang menggunakan saringan atau dripper khusus. Namun sebagian masyarakat Vietnam memilih minum cà phê trứng atau kopi telur, yakni kopi susu plus kuning telur yang diaduk bersama.

Thailand

Kopi Thailand juga tidak jauh-jauh dari cita rasa kopi Indonesia, dengan varian berbasis kopi robusta dan arabika namun sedikit lebih asam. Selain itu kedua negara sama-sama memproduksi kopi peaberry, atau lebih dikenal sebagai kopi lanang.

Selain sama-sama doyan kopi hitam dan kopi susu, masyarakat Thailand juga gemar meminum kopi oliang, yakni kopi hitam atau kopi susu dengan campuran biji serealia seperti jagung dan beras, atau rempah-rempah lain, utamanya kedelai dan kapulaga.

Filipina

Menariknya, kopi di Filipina lebih condong ke arah kopi Afrika ketimbang Asia, dengan status mereka sebagai penghasil kopi varietas liberica yang berasal dari Liberia. Dari varietas tersebut, Filipina memiliki kopi khas, yakni kopi barako, atau juga disebut kopi Batangas.

Biji kopi barako berukuran lebih besar ketimbang kopi dari tetangga-tetangganya. Sehingga kopi barako memiliki cita rasa ektra kuat dan pahit, dengan aroma berkarakteristik seperti kayu dan tembakau. Masyarakat Filipina sendiri lebih doyan menikmati kopi barako sebagaimana kopi hitam di Indonesia.

Malaysia & Singapura

Karena keduanya saling berdekatan, budaya ngopi mereka tidak jauh dari satu sama lain dan membentuk identitas warung kopitiam yang juga dikenal di Indonesia. Kopi dari kedua negara tersebut umumnya berupa kopi putih dari wilayah Ipoh dan Penang.

Di kopitiam Malaysia dan Singapura, alih-alih menggunakan gula, kopi disajikan dengan mentega atau margarin, serta boleh ditambah dengan susu. Dengan ini kopi memiliki cita rasa gurih, lembut dan manis. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Kopi Telur #Minum Kopi #kopi joss #indonesia #Budaya #kopitiam #Ngopi #Kopi #asia tenggara #budaya minum kopi #asean #Tradisi