Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Mengenal Ragam Teh di Dunia dan Perbedaannya: Ada yang Hitam, Hijau dan Putih

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 11 Juli 2025 | 02:54 WIB
Photo
Photo

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM -  Teh merupakan salah satu minuman paling populer di dunia dan memiliki keragaman yang sangat luas baik dari segi jenis, rasa, hingga cara penyajiannya.

Meskipun berasal dari daun tanaman yang sama, Camellia sinensis, proses pengolahan dan budaya konsumsi yang berbeda di setiap negara menjadikan teh hadir dalam berbagai variasi yang khas.

Menurut World Tea Encyclopedia (2019), ada enam kategori utama teh berdasarkan metode pengolahannya, yakni teh putih, teh hijau, teh oolong, teh hitam, teh kuning, dan teh pu-erh. Setiap jenis memiliki tingkat oksidasi yang berbeda, yang memengaruhi warna, rasa, dan kandungan senyawa bioaktif di dalamnya.

Teh Hijau (Green Tea)

Teh hijau dewasa ini menjadi teh yang populer di kalangan anak muda. Tidak melalui proses oksidasi, sehingga mempertahankan warna daun yang relatif hijau. Negara-negara seperti Jepang dan Tiongkok memiliki tradisi panjang dalam mengembangkan teh hijau.

Masyarakat Indonesia mungkin lebih mengenal teh ini dari salah satu varian yang paling umum, yakni matcha. Tiongkok terkenal memiliki varian tersendiri yang bernama longjing. 

Teh Hitam (Black Tea)

Dari sekian banyak teh yang dijumpai di Indonesia, teh satu ini yang paling akrab dikenal sebagai 'teh' di Indonesia. Teh hitam menjalani proses oksidasi penuh yang mengubah daun teh menjadi warna cokelat kehitaman dan menghasilkan rasa yang kuat serta aroma kompleks.

Teh ini juga memiliki banyak varian di berbagai belahan dunia, misal teh Darjeeling dari India, teh Earl Grey dari Inggris, teh Ceylon dari Sri Lanka, dan masih banyak lagi. Bahkan Indonesia punya varian khas sendiri, seperti teh Gurah dari Yogyakarta, dan teh Merah dari Bandung.

Teh hitam dan hijau juga populer untuk dijadikan basis teh beraroma dengan berbagai perasa. Misal lemon tea yang dibuat dengan teh hitam dengan jeruk lemon, teh melati yang mencampurkan teh hitam dengan daun melati, dan teh tarik yang mencampurkan teh hitam dengan susu.

Teh Oolong

Teh oolong berada di antara teh hijau dan teh hitam dalam hal oksidasi. Teh ini memiliki rasa yang kaya dan bervariasi, mulai dari ringan dan floral hingga pekat dan panggang, tergantung pada tingkat fermentasinya.

Teh ini paling dikenal berasal dari wilayah Sinosfer, seperti Tiongkok, Taiwan dan Hong Kong. Varietasnya tergantung dari daun yang digunakan dan teknik pembuatannya, seperti Tie Kuan Yin, Dong Ding, Bao Zhong dan banyak lagi.

Teh Putih (White Tea)

Teh putih adalah teh yang mengalami pemrosesan paling minimal. Daun teh hanya dikeringkan dan tidak melalui proses pemanasan atau fermentasi. Jenis ini mengandung kadar kafein yang rendah dan rasa yang lembut.

Sama seperti teh oolong, teh putih lebih banyak ditemukan di Tiongkok dan sekitarnya, namun dewasa ini mulai banyak ditemukan di Indonesia sebagai teh premium. Teh putih yang sering dijual di Indonesia berasal dari varietas Bai Mudan atau White Peony, serta Baihao Yinzen atau Jarum Perak.

Teh Kuning (Yellow Tea)

Teh kuning sebenarnya serupa dengan teh hijau dalam cara pengolahannya, namun tidak sama. Warna kuning yang dihasilkan berasal dari proses pemanasan teh yang jauh lebih lambat.

Dengan proses pengolahan yang lenih lama dan kalem, teh kuning memiliki rasa yang lebih halus dan lembut. Teh kuning cukup jarang ditemui di kalangan umum, dan umumnya identik dengan teh untuk kalangan kerajaan di wilayah Asia Timur.

Teh Pu-er

Teh pu-er berasal dari Provinsi Yunnan, Tiongkok dan mengalami fermentasi mikroba setelah pengeringan. Ini membuat teh pu-erh memiliki rasa tanah yang khas dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan yang tinggi.

Dengan kata lain, bayangkan tempe atau tahu, tapi ganti biji kedelai dengan daun teh. Teh pu-er dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fermentasinya, yakni teh sheng (mentah) dan teh shou (matang).

Teh Herbal 

Secatra teknis, ini bukan teh, karena tidak dibuat menggunakan daun Camellia sinensis. Namun biasanya minuman-minuman ini dibuat dengan teknik yang sama dengan teh pada umumnya.

Di Indonesia, banyak minuman-minuman yang memakai label ini, seperti teh rosela, teh daun salam, teh daun jati dan banyak lagi. Bahkan tidak hanya Indonesia saja yang memiliki varian teh herbal, seperti teh binahing dari Korea Selatan. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#rasa #teh hijau #teh herbal #teh hitam #teh #minuman #Camellia sinensis #teh oolong #lemon tea #teh putih #teh melati #Jenis teh #matcha