Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ternyata Gaya Jalan Kamu Bisa Mengungkap Sifat Terpendam, Ini Kata Psikolog

Hakam Alghivari • Senin, 7 Juli 2025 | 16:05 WIB
Ilustrasi pria berjalan kaki.
Ilustrasi pria berjalan kaki.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Tanpa sadar, tubuh sering mengungkapkan banyak hal yang tidak selalu bisa diwakili oleh kata-kata. Salah satu bentuk komunikasi nonverbal yang paling sering terabaikan adalah gaya berjalan. Sebuah kebiasaan yang dilakukan setiap hari, namun jarang disadari bahwa ia menyimpan pesan tentang siapa kita.

Psikologi modern menunjukkan bahwa cara seseorang melangkah dapat mencerminkan pola pikir, suasana hati, bahkan karakter dominan dalam kepribadiannya. Dari langkah yang cepat dan mantap, hingga gerakan yang lambat dan menunduk, masing-masing memberi kesan dan pesan tersendiri.

Tidak hanya berdampak pada bagaimana orang lain memandang kita, tapi juga berpengaruh terhadap bagaimana kita mempersepsikan diri sendiri.

Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan kecil pada postur dan ritme berjalan bahkan bisa memengaruhi suasana hati. Ini membuktikan bahwa tubuh dan pikiran bekerja dua arah: tubuh bisa mencerminkan emosi, tapi juga bisa membantu mengaturnya.

Maka tidak mengherankan jika para ahli psikologi mulai menjadikan observasi gaya berjalan sebagai salah satu indikator dalam memahami kepribadian seseorang.

Lantas, seperti apa hubungan antara cara berjalan dengan sifat dasar yang dimiliki seseorang? Berikut adalah beberapa pola berjalan yang paling umum, dan penjelasan psikologis di baliknya.

1. Langkah Cepat dan Mantap: Tanda Fokus dan Efisiensi

Gaya berjalan dengan langkah cepat, bahu condong ke depan, dan arah pandangan lurus menunjukkan bahwa seseorang memiliki kecenderungan untuk berpikir logis, efisien, dan berorientasi pada tujuan.

Orang-orang dengan pola ini sering kali dinilai produktif dan tidak suka membuang waktu.

Dilansir dari Psychology Today, gaya berjalan seperti ini tak hanya mencerminkan karakter, tetapi juga bisa memengaruhi suasana hati. Dalam penelitian oleh Sara Snodgrass dari Florida Atlantic University, peserta yang diminta berjalan dengan langkah mantap menunjukkan peningkatan mood dibanding mereka yang berjalan lambat dan lesu.

Ini menunjukkan bahwa memperbaiki gaya berjalan bisa sekaligus memperbaiki cara pandang kita terhadap hari yang sedang dijalani.

2. Bahu Tegap, Kepala Tegak: Ciri Percaya Diri dan Dominan

Seseorang yang melangkah dengan postur tubuh tegap, kepala terangkat, dan bahu terbuka cenderung memiliki sifat percaya diri dan terbuka terhadap interaksi sosial.

Ini adalah gaya berjalan yang sering diasosiasikan dengan kepribadian karismatik dan dominan dalam lingkungan sosial.

Studi yang dikutip oleh The Journal of Nonverbal Behavior menunjukkan bahwa individu dengan postur seperti ini lebih mungkin mengambil peran kepemimpinan dan memiliki kapasitas pengaruh yang tinggi dalam kelompok.

Namun, penting juga untuk menjaga ekspresi wajah dan bahasa tubuh agar tidak terlihat agresif atau menantang.

3. Langkah Lambat dan Menunduk: Mengisyaratkan Beban Emosional

Berjalan dengan langkah lambat, pandangan ke bawah, dan bahu yang sedikit membungkuk bisa menandakan bahwa seseorang sedang mengalami tekanan emosional atau kelelahan mental.

Dalam Journal of Behavior Therapy and Experimental Psychiatry, ditemukan bahwa individu yang sedang mengalami gejala depresi ringan cenderung mengadopsi gaya berjalan yang lebih lamban dan tertutup.

Gaya ini tidak selalu berarti negatif, namun bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang menyampaikan sesuatu yang tidak terucap.

Mengenali pola ini dalam diri sendiri bisa menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan emosional yang mungkin selama ini terabaikan.

4. Jalan Santai dan Mengayun: Refleksi Kepribadian Fleksibel

Ada juga gaya berjalan yang terlihat santai, berirama, dengan sedikit ayunan tangan yang teratur.

Biasanya gaya ini dimiliki oleh orang-orang yang terbuka, mudah beradaptasi, dan menikmati proses hidup. Mereka tidak terburu-buru mencapai tujuan, tapi tahu cara menikmati perjalanan.

Menurut pakar komunikasi nonverbal, gaya ini mencerminkan kepribadian yang rileks dan mudah merasa nyaman dalam berbagai situasi sosial. Namun, jika berlebihan, bisa disalahartikan sebagai kurang fokus atau terlalu santai menghadapi tanggung jawab.

Gaya berjalan bukan sekadar cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ia adalah bagian dari bahasa tubuh yang menyimpan banyak informasi tentang kepribadian dan kondisi emosi seseorang.

Dalam banyak kasus, kebiasaan berjalan terbentuk secara alami dan terus berlangsung tanpa disadari, namun pengaruhnya cukup besar dalam membentuk kesan pertama maupun interaksi sosial.

Memperhatikan cara berjalan bisa menjadi latihan refleksi yang sederhana namun efektif. Tidak untuk menghakimi atau mengkotakkan diri, tetapi untuk mengenali pola-pola halus yang mungkin selama ini luput dari perhatian.

Jika gaya berjalan yang dilakukan setiap hari saja bisa berbicara tentang siapa kita, bukankah menarik untuk mulai mendengarkannya lebih serius? (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#berjalan kaki #psikologi #kepribadian