Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Banyak yang Tak Sadar, 5 Kebiasaan Kecil Ini Menandakan Kamu Berpotensi Jadi Pemimpin

Hakam Alghivari • Rabu, 25 Juni 2025 | 12:30 WIB
Ilustrasi foto perempuan jadi pendengar yang baik.
Ilustrasi foto perempuan jadi pendengar yang baik.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pernahkah kamu memerhatikan bahwa sosok pemimpin yang andal tidak selalu terlihat dari ucapan besar atau jabatan mentereng? Kadang, kualitas itu tumbuh dari kebiasaan kecil yang dijalankan sehari‑hari.

Mereka bukan yang paling vokal atau paling dominan, tetapi selalu membuat orang lain merasa didengar, diandalkan, dan diajak tumbuh bersama.

Seperti dikutip dari sebuah artikel ilmiah yang dimuat di Journal of Organizational Behavior (2019), para peneliti dari University of Georgia menyebutkan bahwa pola kebiasaan kecil — mulai dari memberi apresiasi, menyelesaikan tanggung jawab, hingga kemampuan mengatur prioritas pribadi — dapat menjadi penanda awal bahwa seseorang memiliki potensi untuk tumbuh sebagai pemimpin.

Kebiasaan ini memang terlihat biasa saja, tetapi berdampak signifikan dalam membentuk pola pikir dan pola kerja seorang calon pemimpin.

1. Disiplin dalam Hal-Hal Kecil

Seorang calon pemimpin bukan hanya disiplin soal pekerjaan besar, tetapi juga soal hal-hal kecil. Mereka menghargai waktu sendiri maupun waktu orang lain. Mereka datang tepat waktu, membalas pesan dengan penuh kesadaran, dan menyelesaikan tugas sesuai tenggat yang dijanjikan.

Seperti dikutip dari situs resmi Harvard Business Review, pemimpin dengan disiplin kecil yang konsisten cenderung lebih mudah membentuk kepercayaan dari tim dan rekan kerja.

Disiplin kecil ini juga membuat seseorang terlihat dapat diandalkan, bahkan sebelum masuk ke tingkat tanggung jawab yang lebih tinggi.

2. Mendengarkan Lebih Banyak dari Berbicara

Kemampuan mendengarkan dengan penuh perhatian juga termasuk kebiasaan kecil yang dapat mengungkapkan siapa yang memiliki kualitas pemimpin. Berbeda dengan stereotip bahwa pemimpin selalu vokal dan dominan, sebuah penelitian dari Journal of Applied Psychology (2017) mengungkapkan bahwa pemimpin yang aktif mendengarkan dapat membuat tim merasa lebih didengar dan dihargai, yang berdampak positif bagi produktivitas dan motivasi kerja.

Saat kamu memberi ruang bagi pendapat orang lain, kamu sedang mengasah empati dan kemampuan memahami kebutuhan yang lebih besar dari kebutuhanmu sendiri — sebuah karakteristik vital bagi seorang pemimpin.

3. Berani Mengakui Kesalahan

Kemampuan mengakui kesalahan juga bukan hal yang biasa. Mereka yang siap menerima kesalahan dan belajar dari pengalaman ini bukan hanya tumbuh sebagai individu, tetapi juga tumbuh sebagai contoh bagi tim.

Seperti dilansir dari situs Forbes, kemampuan ini termasuk dalam kategori emotional intelligence (kecerdasan emosional) yang dimiliki oleh sebagian besar pemimpin hebat. Saat kamu menerima kesalahan dengan lapang dada, itu bukan tanda kelemahan, tetapi bukti bahwa kamu siap menerima risiko dan bertanggung jawab atas pilihanmu. Hal ini membuat orang lain lebih percaya dan menghormati siapa dirimu.

4. Memberikan Apresiasi dengan Tulus

Kebiasaan kecil lainnya yang tak pernah luput dari seorang calon pemimpin adalah memberi apresiasi. Tidak peduli siapa yang sedang kamu hadapi — senior, junior, atau rekan kerja biasa — ucapan “terima kasih” atau apresiasi yang spesifik dapat membuat orang merasa berarti. Sebuah studi dari Journal of Business and Psychology (2018) menemukan bahwa apresiasi kecil dapat meningkatkan motivasi dan kinerja tim hingga 27%.

Hal ini menunjukkan bahwa pemimpin yang tumbuh dari kebiasaan kecil ini cenderung dapat membangun hubungan kerja yang lebih erat dan positif.

5. Selalu Berusaha Memecahkan Masalah, Bukan Sekadar Mengeluh

Seorang calon pemimpin tidak pernah tenggelam dalam keluhan panjang tanpa ujung. Mereka memahami bahwa hambatan adalah kesempatan untuk tumbuh dan berpikir solutif.

Seperti dijelaskan oleh Adam Grant, profesor dari Wharton School, dalam bukunya Originals, kebiasaan berpikir solutif bukan hanya membuat seseorang lebih produktif, tetapi juga membuatnya tumbuh sebagai sosok yang dapat membawa perubahan bagi orang lain.

Menjadi pemimpin bukan soal siapa yang paling lantang berbicara atau siapa yang berada di panggung paling depan, tetapi siapa yang dapat menjadikan kebiasaan kecil sebagai pondasi bagi tumbuhnya karakter kuat.

Disiplin, kesediaan mendengar, keberanian menerima kesalahan, apresiasi yang tulus, dan pola pikir solutif adalah contoh kecil dari kebiasaan yang dapat membawa seseorang menjelma sebagai pemimpin yang menginspirasi.

Dari Journal of Organizational Behavior, pola perilaku kecil ini, bila dijalankan dengan konsisten, dapat membuat siapa pun tumbuh dari “pengikut” biasa menjadi pemimpin yang dapat membawa perubahan nyata. Jadi, sebelum berpikir soal jabatan dan titel, mulailah dari kebiasaan kecil — karena dari sanalah awal dari sebuah kepemimpinan yang bermakna. (kam)

Editor : Hakam Alghivari
#pemimpin #psikologi #Kebiasaan kecil #Potensi