Suka Mendengar Musik Tertentu Saat Galau? Itu Bisa Tunjukkan Tipe Kepribadianmu
Hakam Alghivari• Selasa, 17 Juni 2025 | 02:30 WIB
Ilustrasi perempuan galau mendengarkan musik.
RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pernah nggak sih, ketika sedang galau, kamu justru sengaja memutar lagu sedih dan memutar ulang berkali-kali? Atau kamu justru memilih lagu upbeat agar bisa cepat move on?
Tanpa disadari, kebiasaan ini bukan cuma sekadar pelarian emosional. Namun juga bisa jadi cermin dari kepribadianmu yang lebih dalam.
Menurut penelitian psikologi musik, pilihan lagu yang kita dengarkan saat emosi sedang kacau bisa memberikan petunjuk tentang bagaimana kita memproses perasaan, dan juga menunjukkan kepribadian dominan yang kita miliki.
Kalau kamu cenderung memutar lagu galau saat sedang sedih, kamu mungkin tipe yang reflektif dan empatik.
Menurut studi dari University of Kent (Garrido & Schubert, 2011), orang yang memilih musik sedih ketika sedang sedih cenderung punya kedewasaan emosional yang tinggi. Mereka tidak menghindari emosi negatif, tapi justru memeluknya sebagai bagian dari proses healing.
Tipe kepribadian ini biasanya nyaman dengan kesendirian dan cenderung mengolah makna hidup secara mendalam.
Mereka tidak merasa perlu untuk segera mengalihkan perasaan, melainkan menerima kesedihan sebagai bagian dari proses pertumbuhan diri. Musik sedih menjadi media untuk merenung dan memahami pengalaman hidup secara lebih jujur dan autentik.
Sebaliknya, jika kamu lebih suka mendengarkan lagu ceria atau upbeat saat sedang galau, itu bisa menunjukkan bahwa kamu termasuk tipe ekstrovert yang optimis.
Penelitian dari Cambridge University (Rentfrow & Gosling, 2003) menemukan bahwa orang dengan kepribadian terbuka dan ceria cenderung memilih musik pop, dance, atau elektronik saat mereka butuh dorongan emosional.
Bagi tipe ini, musik adalah pengalih perhatian sekaligus penyemangat untuk kembali bangkit. Mereka lebih suka mengatasi kesedihan dengan membangkitkan semangat daripada merenung terlalu lama.
Musik yang ceria memberikan energi dan harapan baru, serta membantu mereka menjaga pandangan positif terhadap masa depan meskipun sedang terluka.
Kalau saat galau kamu justru memilih musik dengan irama keras seperti rock, punk, atau heavy metal, itu bisa menunjukkan bahwa kamu termasuk tipe yang passionate, pemberani, dan nggak takut menunjukkan emosi mentah.
Namun, kamu juga punya sisi loyal dan idealis dalam menjalin hubungan.
Sebuah studi dari Northumbria University (Sharman & Dingle, 2015) menemukan bahwa meskipun orang-orang yang mendengarkan heavy metal saat sedih sering dianggap “marah”, nyatanya musik ini membantu mereka merasa tenang, didengar, dan terhubung dengan emosi mereka yang paling dalam.
Mereka bukan tipe yang gampang menyerah, tapi berani menghadapi luka dengan penuh gairah dan kekuatan.
Musik klasik, instrumental, atau ambient sering kali dipilih oleh mereka yang butuh ketenangan emosional dan ruang untuk berpikir.
Jika ini kamu, maka kamu kemungkinan besar adalah orang yang introspektif, penuh pertimbangan, dan menghargai keseimbangan batin.
Menurut Adrian North dari Heriot-Watt University, pecinta musik klasik punya kecenderungan untuk berpikir mendalam, menyukai struktur dan harmoni, dan memiliki IQ emosional yang tinggi.
Saat sedih, mereka tidak mencari hiburan instan, tapi lebih memilih ketenangan dan keindahan nada yang mampu menenangkan pikiran. Musik instrumental menjadi semacam pelukan sunyi yang membantu menenangkan badai di dalam hati.
Tidak ada jawaban benar atau salah tentang musik mana yang “seharusnya” didengar saat galau. Semua kembali pada bagaimana cara kamu menghadapi emosi.
Tapi satu hal yang pasti—musik yang kamu pilih bisa jadi jendela kecil yang mengintip kepribadianmu.
Jadi, lain kali saat kamu sedang memutar lagu patah hati sambil rebahan, mungkin kamu sedang memberi tahu dirimu sendiri: “Inilah aku, dan beginilah cara aku sembuh.”(kam)