Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Kebiasaan Aneh Para Miliarder yang Mindblowing: Tak Disangka, Justru Jadi Kunci Sukses!

Hakam Alghivari • Minggu, 15 Juni 2025 | 16:52 WIB
Elon Musk ketika di titik awal membangun SpaceX.
Elon Musk ketika di titik awal membangun SpaceX.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kaya Tak Selalu Konvensional. Menjadi miliarder bukan hanya tentang kecerdasan finansial, tetapi juga tentang cara berpikir dan bertindak yang tidak biasa.

Banyak dari mereka memiliki kebiasaan yang secara umum dianggap nyentrik, bahkan aneh. Namun, kebiasaan-kebiasaan ini terbukti memperkuat ketahanan mental, meningkatkan kreativitas, atau mempercepat produktivitas.

Psikologi menyebut ini sebagai bentuk adaptasi kepribadian terhadap tekanan tinggi dan tanggung jawab besar yang mereka emban setiap hari.

1. Mark Zuckerberg: Gaya Hidup Minimalis untuk Mengurangi Beban Mental

Mark Zuckerberg dikenal selalu tampil dengan kaus abu-abu dan celana jeans yang sama hampir setiap hari.

Di balik pilihan sederhana ini, ada filosofi yang mendalam: mengurangi decision fatigue atau kelelahan akibat terlalu banyak mengambil keputusan kecil. Psikolog Roy Baumeister menyatakan bahwa keputusan, sekecil apa pun, menguras energi mental.

Dengan membebaskan pikirannya dari hal sepele seperti memilih pakaian, Zuckerberg bisa menyimpan energinya untuk hal-hal yang jauh lebih besar dan kompleks—seperti strategi bisnis Facebook dan investasi teknologi.

2. Elon Musk: Menukar Kenyamanan Demi Inovasi

Miliarder nyentrik ini tak hanya dikenal karena ambisinya menaklukkan Mars, tetapi juga gaya kerjanya yang ekstrem. Elon Musk sering tidur di lantai pabrik Tesla atau bahkan di bawah meja kerjanya selama masa krisis produksi.

Baginya, bekerja 80 hingga 100 jam seminggu adalah normal jika ingin “mengubah dunia.” Psikologi menyebut ini sebagai grit—ketekunan dan passion jangka panjang untuk mencapai tujuan.

Angela Duckworth dalam bukunya Grit menulis bahwa kesuksesan besar sering kali bukan hasil bakat, tetapi kegigihan yang ekstrem. Musk adalah bukti nyata teori ini.

3. Warren Buffett: Sarapan McDonald's Berdasarkan Sentimen Pasar

Buffett, yang memiliki kekayaan lebih dari 100 miliar dolar, tetap membeli sarapan dari McDonald's dan memilih menu berdasarkan bagaimana perasaannya terhadap pasar hari itu. Kedengarannya konyol?

Tidak juga. Kebiasaan ini sebenarnya mencerminkan nilai hidup Buffett yang konsisten: hidup sederhana, tetap membumi, dan menghargai uang bahkan dalam hal terkecil.

Ini juga memperlihatkan bahwa ia memahami pentingnya emotional framing dalam mengambil keputusan keuangan—suatu konsep penting dalam ekonomi perilaku.

4. Steve Jobs: Jalan Kaki untuk Memicu Ide Brilian

Salah satu cara Steve Jobs memproses ide adalah dengan berjalan kaki, terutama saat berdiskusi tentang ide-ide besar.

Aktivitas ini bukan kebetulan. Penelitian dari Stanford University (2014) menunjukkan bahwa berjalan kaki dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sebesar 60%. Jalan kaki memicu aliran darah ke otak, mengaktifkan bagian-bagian kreatif di korteks prefrontal.

Jobs memanfaatkannya untuk berpikir strategis, mengasah intuisi, dan membuat keputusan penting—semua sambil membangun hubungan emosional dengan rekan diskusinya.

5. Oprah Winfrey: Ritual Syukur yang Menyembuhkan Jiwa

Oprah Winfrey punya ritual menulis jurnal syukur setiap malam. Ia mencatat setidaknya lima hal yang ia syukuri setiap hari. Bagi Oprah, ini bukan hanya cara untuk tetap positif, tetapi juga bentuk terapi jiwa. Ilmu psikologi mendukung hal ini.

Menurut penelitian Dr. Robert Emmons, menulis jurnal syukur setiap hari dapat meningkatkan kebahagiaan hingga 25%, mengurangi gejala depresi, dan memperkuat daya tahan emosional.

Dalam dunia yang penuh tekanan dan sorotan, kebiasaan ini membantu Oprah tetap tenang dan terhubung dengan dirinya sendiri.

6. Richard Branson: Pagi Aktif untuk Mental Tajam

Branson bangun pukul 5 pagi dan langsung berolahraga, entah itu berenang, bersepeda, atau bermain tenis. Ia mengklaim bahwa kebiasaan ini membuatnya lebih produktif dan fokus sepanjang hari.

Aktivitas fisik di pagi hari merangsang hormon endorfin dan meningkatkan kadar dopamine, yang berperan penting dalam menjaga motivasi dan suasana hati.

Dalam bisnis yang bergerak cepat seperti Virgin, mental tajam menjadi senjata utama. Branson sadar, energi yang positif berasal dari tubuh yang aktif.

7. Jeff Bezos: Pelan Tapi Pasti di Pagi Hari

Alih-alih terburu-buru, Bezos mengawali harinya dengan santai. Ia menyebutnya puttering—melakukan hal-hal kecil seperti mencuci piring atau sarapan keluarga.

Pendekatan ini bertolak belakang dengan budaya hustle, tetapi justru memberinya ketenangan mental. Menurut Daniel Kahneman dalam bukunya Thinking Fast and Slow, manusia punya dua sistem berpikir: cepat dan lambat. Bezos memilih sistem lambat di pagi hari agar keputusan pentingnya tak terpengaruh tekanan atau reaktivitas berlebihan. (kam) 

Editor : Hakam Alghivari
#kebiasaan aneh #miliader #kebiasaan #elon musk