Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Shopping Therapy: Bagaimana Belanja Membantu Perempuan Mengelola Tekanan Hidup

Hakam Alghivari • Selasa, 29 April 2025 | 22:58 WIB
Ilustrasi perempuan yang berbelanja untuk memperbaiki suasana hati
Ilustrasi perempuan yang berbelanja untuk memperbaiki suasana hati

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Dalam kehidupan sehari-hari, tekanan dan stres seolah menjadi bagian dari rutinitas. Terutama bagi perempuan, yang sering kali menjalani banyak peran sekaligus, seperti bekerja, mengurus keluarga, dan menjaga hubungan sosial. Tidak heran jika mereka membutuhkan cara-cara tertentu untuk melepaskan beban pikiran yang menumpuk.

Salah satu cara yang banyak dipilih adalah pergi berbelanja. Bagi sebagian orang, berbelanja mungkin hanya sekadar membeli barang, namun bagi banyak perempuan, kegiatan ini bisa menjadi jalan untuk memperbaiki suasana hati. Berbelanja bukan hanya soal mendapatkan barang baru, tetapi juga soal mendapatkan rasa nyaman, mengalihkan pikiran dari masalah, dan memulihkan energi emosional.

Dikutip dari Psychology Today dan Verywell Mind, berbelanja saat stres bukan sekadar kebiasaan tanpa alasan. Banyak perempuan melakukannya berdasarkan dorongan alami dalam pikiran mereka untuk mencari rasa lega, memperbaiki suasana hati, dan mendapatkan kembali kendali atas hidup yang terasa berat.

1. Belanja sebagai Cara Mengelola Emosi

Banyak perempuan pergi berbelanja saat merasa tertekan sebagai salah satu cara mengatasi stres. Ini terjadi karena saat membeli sesuatu, otak kita melepaskan zat yang disebut "dopamin," yang membuat kita merasa lebih bahagia.

Namun, ini bukan hanya tentang merasa senang sesaat. Bagi perempuan yang cenderung lebih peka terhadap tekanan sosial, berbelanja memberi rasa bahwa mereka mengendalikan hidup mereka, meskipun hanya untuk sementara. Pilihan-pilihan kecil saat berbelanja, seperti memilih warna pakaian atau mencoba model baru, bisa membantu mengurangi rasa cemas.

2. Karakter Ceria dan Senang Menikmati Hidup

Menurut para ahli, perempuan yang suka berbelanja untuk menghilangkan stres biasanya memiliki karakter yang lebih terbuka dan suka mencari pengalaman baru. Mereka senang menikmati hal-hal yang menyenangkan, seperti warna-warna cerah, suasana mall yang ramai, atau mencoba tren terbaru.

Orang dengan karakter seperti ini juga sering menggunakan gaya berpakaian atau barang-barang yang mereka beli sebagai cara untuk mengekspresikan siapa diri mereka. Bagi mereka, berbelanja bukan hanya soal barang, tapi juga tentang menunjukkan identitas diri kepada dunia.

3. Belanja untuk Menegaskan Jati Diri

Saat seseorang merasa stres, mereka bisa merasa kehilangan arah tentang siapa mereka. Berbelanja barang-barang tertentu seperti pakaian favorit atau parfum pilihan, bisa menjadi cara untuk mengingatkan diri sendiri tentang siapa mereka sebenarnya.

Psikolog menyebut ini sebagai usaha untuk melengkapi perasaan diri yang mungkin terasa kosong. Dengan memiliki barang yang melambangkan kepribadian mereka, perempuan bisa merasa lebih percaya diri dan lebih kuat menghadapi masalah.

4. Proses Belanja sebagai Kegiatan Menenangkan

Beberapa perempuan menemukan ketenangan bukan hanya dari barang yang dibeli, tapi dari proses belanja itu sendiri. Melihat-lihat rak, mencoba baju, atau hanya sekadar berjalan di antara toko-toko bisa menciptakan suasana santai.

Aktivitas ini bisa mengalihkan pikiran dari masalah, membantu menurunkan kadar hormon stres dalam tubuh, dan membuat pikiran terasa lebih jernih. Terutama bagi perempuan yang suka berpikir berlebihan atau merasa harus selalu sempurna, proses ini bisa sangat membantu.

5. Waspada: Risiko Belanja Berlebihan

Meski bisa membantu mengurangi stres, berbelanja juga bisa menjadi masalah jika dilakukan tanpa kontrol. Beberapa orang bisa jatuh ke dalam kebiasaan belanja berlebihan sebagai pelarian dari masalah, yang pada akhirnya malah menimbulkan stres baru, seperti masalah keuangan.

Orang yang impulsif atau memiliki pengalaman emosional buruk lebih berisiko mengalami ketergantungan pada belanja. Karena itu, penting untuk menjaga kesadaran saat berbelanja dengan mengenali kapan berbelanja memang membantu, dan kapan sudah menjadi tanda pelarian dari masalah yang lebih dalam. (nnd/mgg)

Editor : Hakam Alghivari
#berbelanja #Perempuan #mengatasi stres #tekanan hidup