Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Perajin Mebel Sukses Banting Setir Jadi Perajin Rebana

Yuan Edo Ramadhana • Minggu, 27 Oktober 2024 | 21:12 WIB
TAHAP FINISHING: Rebana sedang dalam proses pengecatan akhir. Selanjutnya, akan dipasang kulit kambing. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)
TAHAP FINISHING: Rebana sedang dalam proses pengecatan akhir. Selanjutnya, akan dipasang kulit kambing. (AHMAD NAWAF TIMYATI FANDAWAN/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Memanfaatkan keahliannya membuat sebuah kerajinan yang bisa diubah menjadi keuntungan sangat menjanjikan. Hal ini seperti usaha perajin rebana yang ada di Kelurahan Campurejo, Kecamatan/Kota Bojonegoro.

Usaha yang dinamakan Rahmat Ilahi Production ini merupakan sebuah usaha keluarga yang sekarang dikelola oleh Nur Hakim yang merupakan anak dari pendiri usaha kerajinan ini. Menurut Nur Hakim, usahanya sendiri dimulai pada 1992.

Sebelumnya, merupakan usaha kerajinan kayu berupa souvenir dan mebel. Namun, dalam perkembangannya usaha kerajinan rebana ini dibuka yang pada awalnya hanya setor bahan-bahan atau bentuk prototipe ke perajin di Tuban.

’’Ternyata, ada salah satu pelanggan yang minta ke kami untuk bikin bahan jadi langsung (rebana). Jadi, kami usahakan untuk bisa bikin rebana itu sampai sekarang. Jadi, ya awal bukanya tahun 2014,” Ungkapnya.

Dalam pembuatannya sendiri dimulai dari papan kayu yang kemudian di ukur sesuai dengan keinginan yang kemudian dinaikan ke mesin bubut untuk di bentuk sedemikian rupa menjadi bentuk rebana.

Kemudian diberi warna dan dilakukan pemasangan kulit serta dilakukan finishing. Dalam usahanya, pembuatannya sendiri biasa dilakukan oleh beberapa orang tergantung dengan besar kecilnya kerajinan alat musik yang dibuat dikarenakan dalam usahanya selain membuat rebana juga membuat bedug dan lain sebagainya.

Biasanya bisa menghasilkan 2-3 set rebana per hari. Adapun harga rebanannya sendiri biasa dijual mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 350 ribu per item. Namun, kebanyakan pembeli membeli berupa paketan yang dijual mulai Rp 1,6 juta hingga paling mahal yakni paket komplet dengan harga Rp 4,2 juta.

Tinggi rendahnya harga rebana juga tergantung dengan paket yang diambil. Pemilihan kayu juga mempengaruhi harga jualnya biasanya dalam pembuatannya menggunakan kayu mangga, mahoni, dan nangka.

Paling murah menggunakan kayu mangga dan yang paling mahal dan paling bagus kualitasnya menggunakan kayu nangka. Selain kualitas kayu yang bagus, pemilihan kayu juga bisa memengaruhi kualitas suara yang dihasilkan.

’’Kayu dan kulit ada pemasoknya tersendiri, kalau kulit biasanya ngambil di Jombang, Gresik. Rata-rata rebana pakai kulit kambing, Kalau bedug gitu pakai kulit sapi,” bebernya. Dalam promosinya biasanya dilakukan melalui media sosial.

Namun, biasanya kebanyakan pembeli yang langsung datang ke tempat untuk membeli, dalam penjualannya sendiri sudah menyebar dari Bojonegoro, Lamongan, Tuban, hingga Blora.

Mengenai penghasilan dalam usaha ini sendiri Nur Hakim mengaku pendapatannya bersifat fluktuatif. Sebab, biasanya sepi ramainya pembeli bisa dibilang musiman yang biasanya ramainya pada bulan Agustus dikarenakan banyaknya acara seperti Sholawat, Maulid Nabi dan lain sebagainya. (naw/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Perajin #mebel #finishing #kerajinan kayu #tuban #bojonegoro #rebana #papan kayu #kerajinan #Campurejo