Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Ledre Persitara: UMKM Lokal asal Desa Purwosari Tetap Eksis dengan Optimalisasi Media Sosial

Yuan Edo Ramadhana • Kamis, 17 Oktober 2024 | 16:00 WIB
EKSIS: Ledre Persitara asal Desa/Kecamatan Purwosari dikelola Asih melanjutkan usaha milik orang tuanya yang mana usaha tersebut berdiri sejak 1998 silam. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
EKSIS: Ledre Persitara asal Desa/Kecamatan Purwosari dikelola Asih melanjutkan usaha milik orang tuanya yang mana usaha tersebut berdiri sejak 1998 silam. (FARHAN REZA ARDIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Bojonegoro terkenal dengan berbagai kuliner tradisionalnya. Salah satunya adalah Ledre. Kue khas yang berasal dari kawasan Padangan dan Purwosari. Salah satu produsen Ledre yang cukup dikenal di wilayah ini adalah Ledre Persitara.

Ledre yang dikelola oleh Asih, warga Dukuh Glagah, Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari itu berhasil mengembangkan bisnis Ledre yang awalnya dijalankan secara tradisional, menjadi lebih modern dengan pemasaran berbasis online.

Asih bercerita, bahwa usaha Ledre ini dimulai oleh ibunya pada tahun 1998. ’’Awalnya, ibu saya hanya pembuat Ledre yang disetor ke Padangan. Setelah merantau, saya mengambil inisiatif untuk menjual Ledre ini lewat sistem online menggunakan Facebook dan WhatsApp,” jelas Asih.

Berkat inovasi tersebut, usaha Ledre Persitara yang dia kelola terus berkembang. Hingga saat ini, Asih masih menggunakan sistem agen untuk pemasaran Ledrenya dan belum berani membuka toko fisik.

’’Di rumah sudah cukup untuk sewa tempat, apalagi di Purwosari sewa tempat tahunan bisa mencapai Rp 15 juta, kalau sewa emperan per bulan Rp 500 ribu. Jadi, saya lebih nyaman menjual secara online saja,” lanjutnya.

Salah satu keunggulan pemasaran online adalah fleksibilitas yang ditawarkan. Asih mengakui, bahwa pemasaran lewat grup-grup Facebook dan WhatsApp sangat membantu usahanya. Selain itu, penggunaan fitur share location dan Google Maps mempermudah pelanggan menemukan lokasi usahanya.

’’Dengan online, saya tidak perlu pusing memikirkan keuntungan untuk pegawai atau sewa tempat. Tinggal shareloc saja dan pelanggan bisa langsung datang,” tuturnya. Meskipun begitu, Asih belum berani memasarkan Ledre secara luas melalui platform e-commerce karena khawatir akan risiko kerusakan selama pengiriman.

Terutama untuk Ledre ukuran kotak sedang dan kecil yang rentan remuk. ’’Saya masih ragu untuk jual di platform online besar. Ledre kan mudah remuk, jadi saya lebih hati-hati,” ujarnya. Meski hanya mengandalkan pemasaran melalui grup media sosial, Ledre Persitara ternyata telah memiliki pelanggan setia dari luar Jawa dan bahkan luar negeri.

’’Ledre saya sudah sampai luar Jawa dan Singapura. Paling banyak pelanggan dari Kalimantan, biasanya orang yang merantau membawa Ledre ini sebagai oleh-oleh. Kalau di Singapura, pelanggan saya kebanyakan TKI Bojonegoro yang bekerja di sana,” ungkap Asih.

Wilayah Purwosari dan Padangan memang dikenal sebagai daerah penghasil Ledre, tetapi di kota-kota besar, banyak pemasar Ledre yang menggunakan nama mereka sendiri meskipun barangnya dipasok dari produsen kecil seperti Asih.

’’Di kota besar, biasanya Ledre pesanan dari sini, tapi di sana dipakai nama mereka sendiri. Saya hanya menjadi pemasok,” katanya. Namun, seperti UMKM pada umumnya, Ledre Persitara juga menghadapi tantangan, terutama dalam hal persaingan dengan produsen besar yang sudah mapan.

’’Persaingannya berat, karena di wilayah sini banyak produsen Ledre, apalagi yang sudah besar. Saya hanya UMKM kecil, baru mempekerjakan lima orang tetangga saya," ungkap Asih. Meski begitu, Asih merasa bangga bisa membantu ekonomi tetangganya dengan membuka lapangan pekerjaan bagi mereka.

Ke depan, Asih berharap usahanya bisa semakin berkembang dan dapat memperkerjakan lebih banyak orang. ’’Harapan saya bisa berkembang lebih besar dan bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas lagi untuk masyarakat sekitar,” katanya.

Usaha Ledre Persitara adalah contoh nyata bagaimana UMKM lokal dapat bertahan dan berkembang dengan inovasi di tengah persaingan. Dengan semangat pantang menyerah dan keinginan untuk terus maju, Asih berharap Ledre buatannya dapat terus menjadi oleh-oleh khas Bojonegoro yang digemari, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara. (fra/bgs)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#whatsapp #e-commerce #tradisional #Padangan #Bisnis #umkm #google maps #facebook #jawa #persitara #bojonegoro #Online #media sosial #purwosari #singapura #ledre