Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Psikolog: Emosi Anak Masih Labil, Belum Sadar Risiko Bahaya Bagi Diri Sendiri dan Orang Lain

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 29 Juli 2024 | 18:43 WIB
Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

BANYAKNYA siswa SMP/MTs mengendarai sepeda motor perlu mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait. Psikolog Anak Agus Ari Afandi mengatakan anak SMP memiliki emosi labil. Sehingga, membuat kesadaran risiko akan bahaya bagi diri sendiri maupun orang lain belum muncul.

’’Emosi labil, belum siap menggunakan kendaraan bermotor,” jelasnya. Sehingga, pihak berwenang dan satuan pendidikan harus gencar melakukan sosialisasi keamanan berkendara. Tentu untuk memberikan edukasi kepada siswa hingga wali siswa.

Emosi labil ini memicu munculnya kebut-kebutan atau trek-trekan anak remaja. Kondisi seperti ini rawan terjadi kecelakaan. Sehingga, orang tua harus selalu memberikan bimbingan penggunaan kendaraan bermotor.

Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Anang Budiantara mengatakan sudah melakukan berbagai upaya untuk menyikapi siswa yang bersekolah mengendarai motor sendiri.

Salah satunya seperti dilakukan di SMPN 1 Temayang berkerja sama dengan Polsek Temayang Senin (29/7) menggelar sosialisasi berlalu lintas yang benar. ’’Sosialisasi dengan pihak terkait yang berkompeten di satuan pendidikan,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya mengimbau kepada satuan pendidikan agar mematuhi ketentuan yang berlaku.

Tentunya siswa belum memenuhi syarat memakai kendaraan bermotor untuk diantar oleh orang tua atau keluarga yang sudah memenuhi syarat. ’’Serta, menaati peraturan tentang lalu lintas di jalan raya,” ungkapnya.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menyampaikan, bahwa perlu adanya anjuran anak usia sekolah menggunakan transportasi umum. Karenanya, kata dia, DPRD telah mengusulkan pengadaan transportasi umum bagi pelajar.

Salah satu rekomendasinya di LKPJ APBD 2023.  ’’Menurut saya yang memunginkan bus sekolah. Hanya, belum ada pembahasan karena baru usulan. Kajiannya di OPD teknis, yakni dishub,” jelasnya.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, adanya bus sekolah juga berdampak pada ekonomi masyarakat selain keselamatan. Salah satunya, menghemat pengeluaran bahan bakar minyak (BBM). (irv/yna/bgs)

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#labil #emosi #anak #Edukasi #psikolog #bahaya