Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Yuk

Pemuda Karangtengah Sulap Rumah Jadi Museum

Hakam Alghivari • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 18:35 WIB
KOLEKTOR: Chuplis pamerkan ribuan koleksi barang antik yang ia simpan dan rawat di rumahnya. Koleksinya saat ini mencapai 2.000 barang antik. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BLORA)
KOLEKTOR: Chuplis pamerkan ribuan koleksi barang antik yang ia simpan dan rawat di rumahnya. Koleksinya saat ini mencapai 2.000 barang antik. (RAHUL OSCARRA DUTA/RDR.BLORA)

BLORA, Radar Bojonegoro - Masa lalu tak se­lamanya pahit. Misalnya, ba­rang berharga di masa lalu, kini menjadi barang an­­tik. Bisa dijadikan ko­leksi. Hal itu dilakukan Chu­plis, pemuda asal Desa Karangtengah, Kecamatan Nga­wen itu sejak duduk di bang­ku SMA.

Kebiasaan unik selaras de­ngan namanya yang juga u­nik. Kini, dirinya telah me­ngoleksi kurang lebih 2.000 barang antik. Bak mu­seum pribadi, bahkan ru­mahnya tak menyerupai ru­mah pada umumnya. Da­lam pantauan, seisi rumah­nya dipenuhi koleksi barang antik miliknya.

Mulai dari barang-barang dari kayu seperti lesung, hing­ga yang terbuat dari ku­ningan. Juga barang-barang tinggalan masa kolonial. Seperti bifet, sketsel, hing­ga perabotan rumah tang­ga lain. ’’Dulu memulai hobi ini cuma sekadar buat mengisi pajangan di kamar aja. Karena bagus, jadi­nya keterusan sampai sa­at ini,” jelasnya.

Tak hanya barang pe­ra­botannya yang klasik. Di­rinya juga mengoleksi mo­tor klasik seperti F1Z-R dan Vespa. Bahkan, sampai se­karang pun ia tak pernah membeli kendaraan ber­motor baru dari dealer. Ho­binya didukung dengan ke­biasaannya suka touring.

Dari saling silaturahmi, ia menemukan ada koleksi-koleksi dan pajangan ba­rang unik maupun lawas milik teman-temannya itu. Ia akui, awalnya memang niat hanya mengoleksi. Tetapi, empat tahun belakangan, ia mulai berpikir ulang. Lantaran banyak teman menawar.

Sehingga berpikir juga soal bis­nis. ’’Ya, akhirnya be­be­rapa teman-teman mi­nat, saya jual. Ternyata lu­mayan. La­gian saya sudah banyak juga relasi dan ja­ringan di luar. Jadi, kalau mau cari lagi gampang,” tu­turnya.

Ia menyebut hobinya itu me­ngasyikkan. Lantaran juga bernilai profit sembari bisa touringi. Tetapi, be­lakangan barang-barang yang dicari sudah mu­­lai langka. Menurutnya, ia bisa mendapatkan barang-barang itu dengan be­ragam cara.

Mulai dari berburu ke ru­mah-rumah tua, beli secara online, hingga kerja sama dengan sesama kolektor. Sejauh ini barang-barang antik yang dimiliki dan dijual berasal dari beragam jenis. Jenis barang kuningan ada bokor dan setrika.

Kemudian dari barang elektronik ada televisi dan radio zaman dulu. Juga ada mainan jadul. Serta, lukisan dan jam dinding zaman kolonial. ‘’Ini sudah ada 2.000 koleksi. Dengan harga terendah Rp 100 ribu hingga yang paling mahal Rp 11 Juta. Barang yang paling saya sukai itu radio antik. Soalnya termasuk alat komunikasi tertua,” terangnya. (hul/bgs)

 

Editor : Hakam Alghivari
#kolektor #klasik #rumah #museum #sulap #koleksi #perabotan #blora #barang berharga #Barang Antik