RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Buah lokal kian menunjukkan eksistensi, di antaranya pisang dari Kecamatan Ngambon. Kini masyarakat lokal mulai menunjukkan keberadaan buah diproduksi.
Di antaranya melalui festival. Tak beda jauh dari jenis pisang pada umumnya, namun pisang dari Kecamatan Ngambon memiliki rasa khas dan aroma lebih kuat. Pasarnya hingga luar daerah.
Camat Ngambon Ridwan Sayyadi menyampaikan, pisang Ngambon memiliki peminat tersendiri dan cukup tinggi. Kebutuhan di pasar mencapai puluhan ton. Sehingga, lanjut dia, untuk melestarikan dan menggeliatkan buah lokal khas Kecamatan Ngambon digelar Festival Pisang Ngambon pada 13-14 Desember.
‘’Hari pertama diawali lomba menggambar bagi anak-anak TK, pemberian pelatihan strategi marketing online dari Owner Terno bagi pelaku UMKM, dan ditutup hiburan Oklik Putuk Pule malam hari,” kata Ridwan, sapaannya, Senin (15/12).
Kemudian, tambah dia, saat hari kedua dilakukan senam BMM, hiburan musik elektun campursari, dan ditutup pemberian hadiah untuk para pemenang lomba dalam rangkaian acara.
Sementara, UMKM juga turut memeriahkan. Setidaknya ada 35 tenda UMKM yang ikut berpartisipasi. Rinciannya lima tenda juragan pisang dan 30 tenda UMKM olahan pisang.
‘’Berdasar data sementara, omzet selama pelaksanaan festival Rp 60 juta. Kami pikir ini menunjukkan tingginya animo masyarakat serta potensi ekonomi dari kegiatan,” ujarnya.
Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah turut hadir dalam Festival Pisang Ngambon. Dalam sambutannya menyampaikan, festival ini baru pertama kali. Suatu saat bisa jadi agenda tahunan.
‘’Tentu ada makna di balik pelaksanaan festival. Baru pertama belum sempurna, belum baik itu wajar. Tapi, ini adalah tonggak. Terima kasih ini sudah ada sekitar 30 tenda UMKM,” pungkas dia. (yna/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana